Kesalahpahaman Klaim Budaya Indonesia – Malaysia

Masih ingat dengan kasus Tari Pnedet yang dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia? atau sejumlah budaya lain seperti batik, wayang dan beberapa yang lainnya yang diklaim oleh Malaysia?

Selama ini banyak tuduhan akan klaim budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Hal ini menurut Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring hanyalah sebuah kesalahpahaman belaka. Malaysia dipandang lebih maju dalam mempromosilan pariwisatanya daripada Indonesia.

“Kita lebih banyak salah paham. Tarian itu ada di Discovery Channel, tapi yang kena getah teman-teman dari Malaysia. Kalau kurang akrab, memang ada saja salah paham,” kata Tifatul dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis malam (11/03), bersama Menteri Informasi Malaysia, Rais Yatim.

Tifatul menilai bahwa Malaysia lebih maju dalam hal promosi pariwisata. Padahal Indonesia memiliki wilayah yang lebih luas jika di banding Malaysia/

Sementara itu, Rais mengutarakan bahwa pihak Pemerintah Malaysia tidak terlalu ambil pusing dengan tuduhan sejumlah pihak di Indonesia terkait klaimnya itu.

“Mereka tidak mengambil nilai-nilai mudarat atau negatifnya, sebab kehidupan ini berjalan dan tiap orang punya perspektif masing-masing, termasuk mengenai cara hidup, berbudaya, maupun bermusik,” kata Rais. Rais juga mengundang warga Indonesia untuk berkunjung ke Malaysia dan melihat sendiri cara hidup orang Malaysia.

Jadi nantinya kedua negara ini akan melakukan bertukar program budaya dengan lebih intensif agar tidak terjadi kesalah pahaman seperti ini lagi.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.