Kedubes AS Belum Pastikan Kedatangan Obama

Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia mengaku belum bisa memastikan kedatangan Presiden AS Barack Obama, waktu ataupun jadwal perjalanannya. Memang ada rencana utama, tetapi Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron Hume juga belum bisa memastikannya.

“Saya pikir kita harus menunggu pengumuman dari Gedung Putih, tapi saya berharap dia datang,” tuturnya seusai kuliah umum bertajuk “Democracy and Pluralism: Lesson Learn From The United States of America” di Universitas Atmajaya, Kamis (11/3).

Terkait kedatangan Obama pun, Hume menegaskan, makna utamanya baru akan diketahui setelah kedatangan Obama terwujud. Namun, tentunya, kedatangan orang nomor satu di AS itu akan menjadi momen yang mengundang perhatian kedua negara dan juga dunia.

Pertemuan ini merupakan momen kedua negara untuk membicarakan hubungan yang diinginkan keduanya di masa depan. “Dan ini adalah momen ketika warga biasa AS dan Indonesia bisa mengetahui apa keinginan kedua pemimpin mereka. Saya rasa pertemuan itu adalah kesempatan besar,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo, Tifatul Sembiring meminta masyarakat untuk menghormati kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada 20-22 Maret 2010.

“Kunjungan itu tentu untuk kepentingan diplomasi luar negeri, apalagi AS merupakan negara yang super power,” katanya.

Tifatul mengatakan, Indonesia masih banyak bergantung kepada Amerika Serikat dalam banyak hal, mulai dari ilmu pengetahuan, teknologi hingga persenjataan dan peralatan militer. Secara ekonomi, katanya, Indonesia juga masih bergantung pada AS. Untuk itulah, Indonesia perlu menjaga hubungan baik dengan AS.

Dikatakan Tifatul, kendati tetap sebagai negara kuat dari sisi ekonomi namun dari sisi teknologi komunikasi telah tertinggal dari Eropa dan Asia. Menurut dia, kedatangan Obama harus dilihat dalam skala yang lebih luas.

“Kita harus melihat kepentingan yang lebih luas. Obama itu beda dengan Bush. Bush itu hobi perang dan lihat saja wajahnya sudah wajah perang, sedangkan Obama lain,” katanya.

Terkait dengan adanya sebagian masyarakat yang akan menolak kedatangan Obama dengan menggelar unjuk rasa, Sembiring mengatakan, unjuk rasa tidak akan menjadi masalah dalam iklim demokrasi.

“Unjuk rasa akan ada karena ada masyarakat yang tidak setuju atas sikap AS di Irak, Afghanistan, Palestina dan juga negara lainnya. Kendati ada yang tidak suka, saya rasa kita harus menghormati Obama,” ujarnya.



Baca Juga :


Komentar

Bagi TKI / BMI yang sedang bekerja di Hong Kong, dapatkan Rumah Idaman anda di : Blitar, Malang, Kediri dan Madiun. Syarat Pengajuan KPR Foto Copy : Hongkong ID card, Passpor, Kontrak Kerja. Hubungi : Flat B, 4th Floor, Fairview Commercial Bldg, 27 Sugar Street, Causeway Bay, HKG Tel. +852 2577 0061 Hp. +852 9144 0257. Info selengkapnya: http://www.pancaland.com •