TKI Kupang Kritis di Malaysia

Satu lagi nasib malang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Herlince Oematan (36) doikabarkan tengah dalam kondisi yang kritis sejak dua pekan yang lalu. Kondisinya ini dikarenakan dugaan kekerasan yang dialaminya. Perusahaan yang mengirim belum mengkonfirmasi kejelasan kabar ini.

“Kami pihak keluarga hanya memperoleh informasi dari agen dan rekan kerja Herlince, namun informasi itu tidak jelas, sehingga kami minta bantuan pemerintah untuk mengembalikan adik kami dalam keadaan sakit atau sehat,” kata Matheos Oematan, kakak kandung Herlince, di Kupang, Selasa (9/3).

Setelah menerima kabar tersebut, pihak keluarga langsung melakukan kontak dengan para pejabat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT untuk mendapatkan kejelasan, namun pihak Disnakertrans juga tidak mengetahui persoalan tersebut, dan berjanji segera melakukan kontak dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

Herlince berangkat menjadi TKI tahun 2004 ke Malaysia. Namun kantor tempat dia bekerja yang berada Jalan Cak Doko Kelurahan Oebobo Kota Kupang ini, sudah tidak ada lagi, sehingga pihak keluarga kesulitan melakukan kontak.

“Kami hanya dapat informasi bahwa Herlince bekerja di kilang (pabrik) Sony,” kata Matheos.

Karena kabar yang simpang siur ini, justru membuat keluarganya semakin tersiksa. Keluarganya kini berencana akan menghubungi Balai Penempatan Pelayanan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) NTT keluar negeri untuk melacak keberadaan Herlince yang dikabarkan sudah dua minggu tak sadarkan diri, atau dalam keadaan kritis di sebuah rumah sakit di Malaysia.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.