Rieke Ajak Wanita Laporkan Pelecehan

Rieke Diah Pitaloka melaporkan salah satu dokter yang bertugas di Rumah Sakit Labuan Baji, Makassar, Sulawesi Selatan, itu ke Mapolda Sulselbar, Selasa (09/03). Ia mengambil langkah hukum, hal itu dilakukan lantaran ingin memberi contoh kepada kaum perempuan untuk tidak takut dalam bersikap tegas dan melaporkan kepada penegak hukum bila merasa diperlakukan tidak senonoh.

“Banyak yang beranggapan demikian, artis menjadi anggota dewan kemudian bisa dipojokkan. Saya sudah bekerja setengah mati, tapi saya masih mendapat perlakuan seperti itu. Bayangkan, di depan publik, dia berani melakukan hal seperti itu, apalagi dia seorang dokter internis. Saya memproses hukum juga sebagai efek jera agar tidak lagi ada perlakuan sama,” tandasnya.

Aksi pelecehan tersebut terjadi Senin (8/3) siang, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional. “Apa yang dia lakukan itu sudah mengarah pada tindak pidana seperti yang termaktub dalam KUHP Pasal 289-296 (Pelecehan Seksual), Pasal 301 (Penghinaan), dan Pasal 335 (1) (Perbuatan Tidak Menyenangkan). Dia harus mendapat pelajaran. Perempuan tidak bisa dilakukan seenaknya seperti itu,” kata Rieke yang juga salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR ini.

Istri Doni Garhral, salah seorang dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI) itu, menceritakan bahwa pelecehan itu terjadi saat dia bersama 17 anggota DPR, khususnya Komisi IX, yang membidangi masalah kesehatan, melakukan kunjungan kerja ke Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ketika itu, saya bersama anggota dewan yang lain melakukan presentasi. Kemudian, ada salah satu dokter menyanggah omongan saya tanpa melalui pimpinan. Nah, selesai acara, dokter yang sama ini ikut foto-foto bersama ibu-ibu. Katanya ‘saya ikutan’. Saya anggap, biasalah kalau ada yang mau foto,” cerita Rieke.

“Tapi kemudian, dia merangkul saya. Saya bilang, ‘enggak usah peluk-pelukan, enggak usah merangkul, biasa saja’. Karena sambil jalan dan banyak orang, saya pikir enggak usah diributin. Dia kemudian minta foto lagi. Nah, pas foto yang kedua itu, terus dia bisik-bisik ke kuping saya, ke pipilah. Saya enggak ngeh. Terus dia bilang, ‘saya sun ya… saya sun ya….’ Apa-apaan ini!” bentak Rieke sambil menirukan perkataan dokter itu.

Yang bikin Rieke kesal, oknum dokter itu malah cengar-cengir tanpa perasaan bersalah dan malah berujar begini, “Ini kan biasa, Anda kan public figure. Ah, kan enggak ada orang kan yang dengar,” ujar Rieke lagi menirukan perkataan sang dokter.

Rieke pun langsung membalas ucapan sang dokter. “Biasa apa, saya tidak biasa. Saya enggak pernah foto dirangkul-rangkul. Lho, memang enggak dengar karena bapak bicaranya bisik-bisik. Menghina sekali. Meskipun saya public figure, Anda tidak berhak memperlakukan saya seperti itu. Saya datang ke sini ini tugas negara sebagai anggota DPR RI, resmi,” cerita Rieke lagi.

Dokter itu kemudian mengajak salaman. Namun, Rieke merasa dokter yang dianggapnya melakukan sikap tidak senonoh itu merasa tidak bersalah terhadap apa yang telah diperbuat kepadanya. Rieke pun naik pitam, marah-marah, tidak terima atas sikap dokter itu kepadanya. Tak beberapa lama, dokter itu bersama pimpinan rumah sakit menghampirinya untuk meminta maaf.

“Waktu minta maaf, alasannya lain lagi. Dia bilang, ‘iya, saya terlalu antusias karena selama ini tidak ada anggota DPR yang datang’. Dari sini saya yakin, dokter ini memang sejak awal berniat tidak baik kepada saya. Dia bilang saya public figure. Tentu saja saya marah. Apakah public figure dianggap wajar diperlakukan seperti itu,” keluhnya.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.