Boediono Tidak Akan Khianati Presiden

Setelah SBY berpidato terkait keputusan Paripurna DPR terkait kasus Bailout Century, siang tadi (05/03), giliran Wakil Presiden Boediono menyampaikan pidatonya.

Dalam pidatonya, setidaknya ada dua poin yang ditekankan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Pertama, walaupun banyak tekanan sebagian kalangan yang meminta Boediono mundur, namun Boediono menegaskan bahwa dirinya tidak akan melepaskan diri dari jabatannya itu.

“Saya tidak akan mengkhianati Presiden dengan meninggalkan beliau,” ujar Boediono pada pidato singkatnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (05/03).

Tapi, jika mayoritas wakil rakyat menginginkan dirinya mundur dan ketentuan UUD terkait pemakzulan terpenuhi, maka barulah dia akan mematuhi permintaan apapun keputusan MPR. Dia berharap agar semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah

Kedua, dalam kesempatan itu pula, Boediono kembali menegaskan bahwa kebijakan bailout century yang melibatkan dirinya dan beberapa pejabat seperti Menkeu Sri Mulyani adalah tindakan yang benar dan untuk menghindari kerugian. Menurutnya penutupan Century dapat merusak sistem keuangan dan perbankan nasional.

Penutupan Century dapat merusak sistem keuangan dan perbankan nasional akibat terseret krisis keuangan global pada 2008. Dampaknya tidak hanya ditanggung bankir melainkan seluruh rakyat.

Boediono kemudian mengibaratkan Bank Century sebagai sebuah rumah yang terbakar di sebuah desa kecil. “Rumah itu harus diselamatkan meski pemiliknya adalah perampok” ungkapnya. Boediono tidak ingin kebakaran rumah itu membahayakan seluruh kampung.

Boediono mengakui memang terjadi salah urus dan kesalahan manajemen dalam Bank Century, tapi masih dalam ranah intern, pelanggar tersebut telah diadili. Kesalahan Bailout tidak sampai menyebabkan kerugian negara.

“Seandainya ada saya yakin biayanya akan lebih kecil dari kerugian nyata bila Century ditutup pada waktu itu,” tutup Boediono.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.