Tanggapan BI terkait Kesimpulan Pansus
Pagi dini hari (24/02), ke-9 fraksi sudah menyampaikan pandangan akhirnya terkait kasus Century, beberapa fraksi menyebut nama yang bertanggung jawab terkait kasus ini.
Boediono dan Sri Mulyani adalah 2 orang yang katanya harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Namun bagaimana tanggapan Bank Indonesia sendiri?
Melalui siaran pers irektur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Dyah N.K. Makhijani menyampaikan beberapa tanggapan Bank Indonesia. Berikut tanggapan Bank Indonesia:
1. Bank Indonesia memahami pandangan akhir fraksi-fraksi di Pansus, namun menyesalkan bahwa sebagian besar pandangan fraksi-fraksi tersebut mengabaikan fakta dimensi krisis yang menjadi dasar kebijakan BI dan Pemerintah saat itu.
2. Bank Indonesia menyesalkan bahwa proses investigasi yang terjadi di dalam Pansus terlalu difokuskan kepada aspek kebijakan dan gagal mengungkap dugaan adanya aliran dana Bank Century yang menjadi tujuan awal di bentuknya Pansus. Pengungkapan dugaan tersebut justru merupakan kunci untuk mengetahui ada tidaknya itikad tidak baik di dalam pengambilan kebijakan terkait Bank Century yang ditempuh BI maupun Pemerintah.
3. Bank Indonesia meyakini bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil dalam menangani Bank Century sejak merger hingga dilakukan penyelamatan serta pelaksanaannya dilakukan dengan itikad baik dan telah didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan profesional yang terbaik pada saat keputusan itu diambil, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah hukum yang berlaku.
4. Bank Indonesia akan tetap mengikuti perkembangan lebih lanjut penanganan kasus Bank Century dan apabila proses ini berlanjut kepada proses hukum, Bank Indonesia meyakini bahwa proses tersebut dapat berjalan secara adil dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah sebelum dihasilkan pembuktian melalui proses hukum.
5. Dengan ini diberitahukan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa dalam suasana tantangan pelaksanaan tugas Bank Indonesia yang semakin kompleks ini, seluruh pegawai Bank Indonesia tetap bekerja secara profesional.
Popularity: 1% [?]