Banjir, Ribuan Hektar Sawah di Lampung Gagal Panen
Bencana yang satu ini memang merugikan. Karena banjir ini, dapat dipastikan 13 ribu hektare sawah tanaman padi di Lampung ini rusak, padahal 2985 hektare dari jumlah tersebut sudah siap panen.
“Luas areal sawah akan terus bertambah, kami maish terus mendatanya” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Propinsi Lampung, Agustini, hari ini (17/02).
Daerah-daerah yang terendam banjir adalah Kabupaten Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Pringsewu. Rata-rata sawah yang terendam banjir disebabkan luapan sungai yang besar.
Menurut Agustina, kerugian dari peristiwa ini mencapai Rp 18,91 Milliar dengan asumsi harga gabah Rp 2600 per kilogram.
Setelah melakukan pendataan, pihaknya kemudian akan menyerahkan data tersebut ke Pemerintah PUsat agar mendapatkan bantuan berupa cadangan benih nasional. Pemerintah Lampung sendiri akan mengganti semua kerugian agar petani bisa menanam padi kembali.
Banjir di Lampung ternyata tidak hanya merusak sawah saja, tetapi penduduk harus mengungsi dari pemukiman mereka. Ini terjadi di daerah kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Tinggi air mencapai dua meter, akibatnya warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Banjir di kecamatan itu melanda empat desa yaitu Desa Sinar Pasemah, Sidosari, Beringin Kencana dan Banyumas.



