Tenaga Perawat Indonesia Masih Sedikit

Walaupun banyak permintaan dari luar negeri akan tenaga perawat (cargiver), namun dari data yang didapat jumlah tenaga perawat Indonesia masih sedikit, sehingga dimungkinkan pihak Indonesia belum bisa memenuhi permintaan mereka.

Tahun 2009, Jepang meminta 1000 tenaga perawat, namun pihak Indonesia hanya bisa memenuhi 208 orang saja. Padahal untuk gaji di Jepang terbilang cukup tinggi, satu bulan perawat di Jepang bisa menerima gaji sebesar Rp 17 – 20 juta. Selain Jepang, permintaan tenaga kerja indonesia perawat juga datang dari negara-negara di timur tengah.

Namun kenyataannya, tenaga perawat masih dibutuhkan di Indonesia. Hal ini juga diutarakan oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kirmantoro, “Tenaga perawat masih langka di Indonesia”.

Kirmantoro kemudian mencontohkan daerah Yogyakarta, “Jumlah tenaga perawat belum ada lima persen dari total sebanyak 5.000 perawat yang ada di Yogyakarta.” ujarnya saat pelantikan 78 perawat baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (17/2/2010).

Untuk itu, tahun 2010 ini pihak Indonesia sudah mendatangkan tenaga perawat dari luar negeri. Hal ini tentu saja membuat dilematis bagi para perawat itu sendiri, dimana mereka harus berkompetensi dan selalu meningkatkan kemampuannya untuk bersaing dengan perawat asing tersebut.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Ali Ghufron Mukti mengatakan profesi perawat berperan penting dan terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Pelayanan kesehatan tidak akan baik jika tidak ada perawatnya, sehingga perannya sangat sentral,” katanya.

Popularity: 2% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.