Raih Modal Rp 40 juta, Mantan TKI Ingin Bisnis
Siapa bilang sukses hanya bisa diraih oleh para lelaki? Buktinya, Bariroh, Mantan TKW asal Cirebon ini sukses setelah 3 kali pulang pergi Saudi Arabia dan Taiwan.
Iroh, sapaan akrab Bariroh, kali pertama dia memutuskan berangkat jadi TKW ke Saudi Arabaia terjadi pada tahun 1998. Saat itu dia masih seoarang gadis remaja berusia 17 tahun. Iroh bekerja di sana selama 1,5 tahun tapi dia terpaksa dikembalikan ke Indonesia karena sakit.
Merasa modal yang dia dapat selama bekerja 1,5 tahun belum cukup, maka wanita yang saat itu tinggal di Desa Tawang Sari Rt. 02/01 Kecamatan Gebong, Losari, Cirebon ini pun memutuskan untuk kembali ke Arab Saudi. Kali ini dia bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dari tahun 2000 hingga 2005.
Hasil bekerja di Arab saudi selama 4 tahun lebih itu membuat wanita ini bisa membeli tanah sawah di rumahnya seluas 2000 hektare dan membantu kehidupan orang tuanya di sana.
Walau sudah bisa dibilang sukses dengan hasil seperti itu, iroh lantas tak puas begitu saja. Tahun 2007 dia berangkat ke Taiwan melalui PT Bidar Sukses Utama. Kali ini dia bekerja sebagai cargiver atau perawat orang tua jompo.
Iroh pun menceritakan suka duka merawat orang tua jompo. Dia pernah merawat kakaek berusia 70 tahun yang yang sampai hal sekecil buang airpun, Iroh yang ngurus. Pekerjaannya sungguh berat. Namun apa yang diterima Iroh saat itu setimpal dengan apa yang dia lakukan. gaji yang diterimanya sekitar 17.000 NT atau Rp 5 juta. Dari gajinya itu, agensi masih memotong sekitar 6.000 NT atau 1,8 juta per bulan selama 1,5 tahun.
Pemotongan ini dilakukan selama 1,5 tahun untuk membayar uang sponsor sebelum berangkat Rp 3,5 juta ditambah biaya pelatihan selama di penampungan.
Selama 2 tahun bekerja di Taiwan, Iroh sudah bisa membeli motor dan masih menyimpan tabungan sebesar Rp 40 juta. Dengan modal Rp 40 juta itu, Iroh berharap akan mendapatkan keuntungan yang memadai.
Rencananya uang Rp 40 juta itu digunakan untuk membuka usaha bersama suaminya di Cikampek. “Saya ingin menekuni membuka warung kelontong di Pasar Cikampek” ujar wanita berusia 29 tahun ini.
Mengenai rencananya ini, iroh sudah dapat restu dari suaminya yang memang sebelumnya bekerja di toko material Cikampek. Dia ingin toko yang akan dibukanya nanti akan berdekatan dengan tempat bekerja suaminya.
Disinggung mengenai pengalamannya bekerja di Taiwan dan Arab Saudi, Iroh mengaku lebih menyarankan masyarakat untuk memilih Taiwan daripada Arab Saudi. Bekerja di Taiwan lebih baik dari sisi pendapatan dan perlindungan. Semua lembaga terkait seperti Dinas Tenaga Kerja, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga agensinya sangat peduli kepada TKI.
Selain itu saat di Taiwan dia tidak pernah mengalami pelecehan seksual, padahal waktu dia merawat kakek jompo di Taiwan, dia tinggal bersama cucu kakek tersebut yang usianya tidak jauh berbeda dengannya. Berbeda ketika bekerja di Arab, Iroh mengakusering mendapat godaan dan pelecehan seksual dari majikannya selagi ada kesempatan terhadapnya.
“Saya kapok bekerja di Saudi Arabia,“ ketusnya.
Popularity: 2% [?]