PKS Sebut Kesalahan Ada di Boediono dan Sri Mulyani

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai bahwa Presiden SBY tidak terlibat dalam kasus proses pengambilan kebijakan bailout Bank Century. PKS menilai bahwa yang bertanggung jawab adalah Boediono dan Sri Mulyani.

Presiden hanya mendapatkan laporan kebijakan yang sudah diambil oleh Komite Stabilisasi Sektor Keuangan (KSSK) yang saat itu diketuai oleh Sri Mulyani. Menteri Keuangan ini saat itu melapor ke presiden via sms mengenai keputusan bailout century tanggal 21 Nopember 2008 silam.

Menurut DPP PKS, Mahfud Shiddiq posisi SBY saat diambil kebijakan tersebut hanya dilapori kebijakan yang sudah diputuskan sebelumnya. Hal ini juga diakui oleh Sri Mulyani. “Mengacu ke Perpu Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK), maka Presiden SBY tidak terlibat dalam proses pengambilan kebijakan bailout Bank Century,” kata pria yang juga menjadi wakil ketua Pansus Century ini.

Sementara, Lanjut Mahfud, penanganan Bank Century sejak pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) sampai dengan penetapan sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik adalah sepenuhnya keputusan Bank Indonesia yang saat itu dipimpin Boediono.

Mahfud juga menegaskan bahwa pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam kasus ini adalah Sri Mulyani dan Boediono. Dengan porsi kesalahan 80 persen di Boediono dan 20 persen di Sri Mulyani.

“Oleh karena itu tidak ada alasan kuat bagi Pansus Century memanggil presiden sebagai saksi.” lanjutnya



Baca Juga :


Comments are closed.

Bagi TKI / BMI yang sedang bekerja di Hong Kong, dapatkan Rumah Idaman anda di : Blitar, Malang, Kediri dan Madiun. Syarat Pengajuan KPR Foto Copy : Hongkong ID card, Passpor, Kontrak Kerja. Hubungi : Flat B, 4th Floor, Fairview Commercial Bldg, 27 Sugar Street, Causeway Bay, HKG Tel. +852 2577 0061 Hp. +852 9144 0257. Info selengkapnya: http://www.pancaland.com •