WN Bulgaria Buron Pembobolan ATM
Pemobolan ATM di sejumlah bank di Indonesia terbukti melibatkan warga asing. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, seorang warga negara Bulgaria menjadi buron kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) di Bali.
“Ada empat tersangka yang kabur ke luar negeri dan salah satunya adalah seorang warga negara asing,” kata Edward di Jakarta, Jumat. Warga negara asing itu adalah Marinuf. Namun Edward tidak menyebutkan nama tiga tersangka yang kabur ke luar negeri. Karena itulah, Polri menduga ada jaringan internasional yang ikut bermain dalam kasus pembobolan ATM di Indonesia.
Polri berhasil mengungkap kasus pembobolan ATM di Bali, Jakarta, Samarinda dan Jakarta. Di Bali, polisi menerima 46 laporan dengan kerugian sekitar Rp5 miliar. Tidak hanya bank swasta nasional dan bank milik negara yang dibobol tapi juga bank asing yang menjadi sasaran pembobolan di Bali mulai 16 hingga 19 Januari 2010.
Para tersangka memasang skimmer (alat pembaca data elektronik) dan kamera di mesin ATM untuk mencuri data-data nasabah. Dari data-data itu, mereka menggandakan ATM lalu dipakai untuk transaksi. Jumlah tersangka yang tertangkap di Bali sebanyak tiga orang sedangkan tujuh lainnya masih buron. Di Jakarta para tersangka pembobolan ATM menggunakan skimmer yang dipasang di mesin pembaca kartu (EDC) di kasir toko dan pusat perbelanjaan.
Pengamat hukum internasional, Prof Dr Suhaidi,SH meminta pemerintah mengadakan suatu kerja sama dengan negara- negara asing seperti Kanada, Australia untuk bisa mengantisipasi sindikat internasional pembobolan uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dewasa semakin marak dan meresahkan nasabah. “Pemerintah harus bergerak cepat mengatasi masalah kejahatan perbankan itu, sehingga kepercayaan nasabah atau masyarakat kepada bank masih terus bertahan dan tidak hilang,”katanya.
Dengan kerjasama itu, menurut dia, pelaku pembobol uang di mesin ATM itu, bisa diminimalisir atau ditekan, sehingga kerugian uang nasabah yang ada di perbankan itu tidak begitu banyak. elain itu, pemerintah Indonesia melalui kepolisian bisa mendeteksi atau melacak orang-orang asing yang diduga juga ikut berperan dalam kasus “kebocoran” uang di mesin ATM.
Mabes Polri telah menangkap seorang manager Bank Danamon karena diduga terlibat kasus pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Dia (tersangka) menjadi salah satu manager di bank itu,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Ito Sumardi. Ia mengatakan tersangka bernama ADS itu tertangkap di Bandung.
Polisi menduga, tersangka telah terlibat tindak pidana itu sejak setahun yang lalu. Sebelumnya, Polri juga menangkap salah satu manager BCA bernama AS di Bandung terkait dengan kasus pembobolan dana nasabah. Namun, antara ADS dan AS hingga kini belum ada keterkaitan dalam satu jaringan. *
Popularity: 1% [?]