Buruh Migran Rentan HIV AIDS
Deputi Penempatan BNP2TKI, Ade Adam Noch mengingatkan agar buruh migrant waspada, karena penyebaran HIV AIDS merupakan masalah serius bagi pekerja internasional.
Karena itu, perhatian dan pemahaman khusus harus diberikan kepada buruh migran termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) agar mereka memahami masalah HIV AIDS. “Secara pribadi saya menilai penyebaran HIV AIDS sudah sangat menghawatirkan. Buruh migran rentan menjadi sumber terjangkitnya virus yang mematikan ini. Karenanya buruh migran termasuk TKI harus banyak mengatahui HIV AIDS,” ujar Ade.
Selain Ade Adam Noch rapat tersebut juga dihadiri Karo Perencanaan Agusdin Subiantoro, Karo Keuangan dan Umum Wayan Mandi, Direktur Sosialisasi Kelembagaan Yunafri, Kasubdit Fasilitas Kesehatan Elin Rosalia, dan beberapa perwakilan dari Komsi Nasional Penanggulangan HIV AIDS.
Menurut Ade, penyebaran HIV AIDS kepada buruh migran termasuk TKI biasanya didorong oleh faktor mudahnya buruh migran berpindah dari satu negara ke negara lain, sehingga membuat buruh migran bisa lebih dekat orang yang sudah terkena virus tersebut. “Fenomena buruh migran difalisitasi pertumbuhan negara, ada negara lebih baik tetapi kekurangan tenaga kerjanya, dan ada negara maju yang butuh banyak tenaga kerja,” katanya.
Menurut Ade, saat ini permintaan buruh migran oleh negara-negara penempatan yang maju sudah semakin besar jumlahnya. Ini kemungkinan akan terjadinya transisi demografi. “Setiap buruh migran selama pra penempatan, masa penempatan dan purna penempatan harus dijamin kesehatannya. Ini sangat penting untuk buruh migran agar ketika mereka berada di luar negeri dan sampai kemabali tetap sehat,” urainya.
Dengan banyaknya jumlah buruh migran, sambung Ade, perlu dibuat program bersama untuk membuat sosialisasi sehingga menghindarkan buruh migran dari kemungkinan terkena HIV AIDS. “Kita harus merumuskan dengan membuat peta potensi penyebaran HIV AIDS kepada buruh migran. Dengan pola seperti ini setidaknya buruh migran menjadi lebih berhati-hati ketika bekerja di negara penempatan,” jelas Ade.
Agar semuanya berjalan baik, semua intansi terkait perlu mengedepankan koordinasi tentang pengetahuna dan pencegahan HIV AIDS. “Saya berpesan kepada buruh migran harus menghindari agar tidak terjangkit virus ini, karena HIV AIDS sangat berbahaya dan mematikan,” pungkasnya.
Popularity: 1% [?]