Sindikat Pembobolan ATM beraksi di Bali

cash1Pembobolan ATM kembali terjadi, kali ini ada dugaan sindikat internasional Rusia berada dibalik aksi pembobolan ATM sejumlah bank di Denpasar, Bali.
Peristiwa ini diketahui sejak 16-19 Januari. Pembobolan sendiri dilakukan dengan sebuah alat bernama skimmer yang bisa mengkopi data secara magnetik.

Skimmer dan kamera tersembunyi (untuk merekam pin) dipasang di beberapa ATM secara berpindah-pindah. Setelah mendapat kopian data ATM yang masuk, sindikat tersebut membuat kopian dan menggandakan kartu ATM tersebut.

Dengan kartu ATM inilah para sindikat bisa menguras seluruh isi ATM korban.

Dugaan lainnya adalah dengan menggunakan internet banking palsu. Pelaku menggunakan alamat internet lain tapi membuat alamatnya mirip dengan internet banking yang asli. Dengan begitu. secara otomatis bisa merekam nomor rekening dan PIN korban.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi RochadiĀ  menuturkan ada enam bank yang rekening nasabahnya dibobol, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata dan BII. Bahkan di salah satu bank pembobolannya mencapai 236 rekening dengan kerugian mencapai Rp 4,2 miliar.

Umumnya para korban rata-rata kehilangan saldo di ATMnya melaui transaksi transfer. Seperti yang dialami Richard, warga Kuta Utara – bali. Ricahrd mengaku kehilangan saldo sebesar 18,5 juta.

Karena merasa tidak mengambil saldo, Richard pun melakukan pengcekan. Terdeteksi bahwa telah terjadi lima kali transaksi pada 16 Januari 2010 ke rekening berbeda ke rekening yang berbeda. Ada pengiriman uang ke rekening 0401541470 atas nama Gusti Putra Suardika, kemudian nomor rekening 5390183218 atas nama Yan Palayuan Rp5 juta, rekening nomor 8820250941 atas nama Teguh Budi Santosa Rp5 juta. Kemudian ada penarikan sebesar Rp 1,5 juta yang tak terdeteksi nomor rekeningnya.

Untuk menghindari meluasnya kejahatan perbankan ini, BI mengimbau bank untuk mempercepat penggunaan kartu debit dengan chip.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.