Densus 88 Tembak Mati Kely Kwalik

kelly_kwalik1Pemimpin tertinggi kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Wilayah Timika, Kelly Kwalik ditembak mati tim Detasemen Khusus 88 gabungan Mabes Polri dan Polda Papua di wilayah Gorong-Gorong.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Agus Rianto yang dikonfirmasi per telepon dari Timika, Rabu membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada kejadian tersebut sekitar pukul 03.00 WIT dinihari di wilayah Gorong-Gorong Timika dan dipastikan korbannya adalah Kelly Kwalik,” kata Agus.

Polisi juga menangkap lima orang lainnya yakni Jeep Murip (24), laki-laki, Noni Sanawarme (35), wanita, Martimus Katarame (21), laki-laki, Yosep Kwatik (60), laki-laki dan Yorni Murip (10), laki-laki. Barang bukti yang disita dari lokasi penangkapan antara lain dokumen, tiga peluru kaliber 5,56 mm, 28 peluru revolver kaliber 38, satu revolver jenis S & W kaliber 38, satu celuriut, dua busur panah dan 12 anak panah.

Kelly Kwalik yang memiliki pangkat jenderal tertembak di bagian pangkal paha kiri dan korban tidak dapat tertolong lantaran kehabisan darah. Agus memastikan hanya satu butir peluru yang melukai Kelly Kwalik, tokoh yang paling dicari-cari oleh aparat TNI dan Polri selama puluhan tahun.

Jenazah korban langsung dibawa ke Klinik AEA Freeport Indonesia di Kuala Kencana untuk dilakukan identifikasi oleh petugas medis. Pengamanan di sekitar Klinik Kuala Kencana sangat ketat dan dijaga belasan anggota Satpol Airud Polres Mimika dan Satpor Mabes Polri dengan persenjataan lengkap. Sebuah mobil Freeport bernomor lambung 01-3465 membawa peti mati ke Klinik Kuala Kencana yang diperkirakan untuk menyimpan jenazah korban. (*)

Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto mengatakan, penembakan oleh tim Densus 88/Antiteror terhadap pentolan TPM/OPM Kelly Kwalik di Kwangki Lama Mimika, Kabupaten Mimika terpaksa dilakukan karena korban melawan. “Kelly Kwalik melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan saat petugas berupaya menangkap buronan itu,” kata Kapolda Bekto.

Pentolan TPM/OPM itu ditembak polisi di sebuah rumah di daerah Kwangki Lama Mimika, setelah Klik menembakkan senjata api jenis revolver. “Korban sempat kami bawa ke Rumah Sakit Kuala Kencana untuk mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan,” ujar Bekto menanggapi kasus ini.

Ia mengatakan, meski korban yang tewas tertembak diduga kuat gembong TPM/OPM Kelly Kwalik, namun pihaknya belum berani menjamin bahwa aksi teror berupa penembakan di wilayah tambang Tembagapura, Timika, akan sirna dengan seketika.

Sehubungan dengan itu, Bekto meminta masyarakat dan aparat keamanan di wilayah tambang Tembagapura, mewaspadai kemungkinan munculnya kembali aksi teror penembakan di kawasan itu. “Kami minta tetap waspada, karena masih banyak pengikut korban Kelly Kwalik yang belum tertangkap,” ucapnya, menekankan.

Sejauh ini, Polri masih melakukan identifikasi secara ilmiah terhadap jenazah yang diduga kuat sebagai Kelly Kwalik, pimpinan gerakan separatis yang tewas saat penangkapan oleh Polri di Kabupaten Mimika, Papua.

“Hari ini, Polri mengirimkan tim dokter kepolisian (Dokpol) untuk membuktikan secara ilmiah identitas jenazah itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna. Ia mengatakan, hasil tim Dokpol Polri sangat dibutuhkan agar tidak ada keraguan di kemudian hari soal identitas jenazah itu.

“Prosedur identifikasi jenazah itu ya sama dengan identifikasi jenasah lainnya,” ujar mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut. *

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.