Tim SBY Bantah Terima Dana Century
Salah satu Tim Pemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada Pemilihan Presiden 2009 lalu, “Task Force SBY for President”, secara resmi membantah telah menerima dana dari Bank Century.
“Ini klarifikasi resmi tim kami. Kami tidak menerima satu sen ppun dana dari Bank Century. Fitnah itu telah sangat mengganggu kami,” tegas Sekjen “Task Force SBY for President” Hencky Luntungan.
Salah satu penandatangan akte pendirian Partai Demokrat itu, mengaku terhina oleh fitnah yang terus disebarluaskan oleh berbagai pihak, seolah kemenangan SBY pada Pilpres 8 Juli 2009 ternoda oleh aliran dana Bank Century. Dengan tegas, Hecky Luntungan mengatakan, tak ada uang dari “luar” yang masuk ke kas mereka, kecuali dana tim sukses internal. “Kita menggunakan dana sendiri selama enam bulan sejak persiapan, konsolidasi se-Indonesia sampai selesai Pilpres,” kata politisi penandatangan akte pendirian Partai Demokrat itu.
Ketua panitia angket kasus Bank Century Idrus Marham berjanji akan mengungkap persoalan Bank Century hingga tuntas dan tidak mendapat “pesanan” dari pihak tertentu. “Dalam menjalankan tugas sebagai ketua panitia angket, saya tidak mendapat titipan pesanan dari pihak-pihak tertentu,” kata Idrus Marham.
Dikatakan Idrus, dirinya mendapat amanah dari Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.”Amanah Ketua Umum Partai Golkar adalah partai kami ingin menang pada Pemilu legislatif 2014.
Jalan menuju kemenangan, harus bisa memahami suasana batin masyarakat.Partai Golkar harus bisa mengerti apa yang diharapkan dan diinginkan masyarakat,” kata Idrus yang Sekjen Partai Golkar.
Menurut dia, saat ini masyarakat sangat berharap panitia angket Bank Century bisa mengungkap persoalan Bank Century yang sesungguhnya. Posisi ketua panitia angket, katanya, menjadi memontum untuk mengungkap kasus Bank Century.
Amanah lainnya, kata Idrus, pengungkapan kasus Bank Century oleh panitia angket bukan karena desakan kekuatan politik tertentu, tapi karena semangat dan idealisme untuk masa depan Partai Golkar yang lebih baik.*
Popularity: 1% [?]