Percepat Pemulangan TKI Bermasalah

tkiPemerintah akan mempercepat pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang bermasalah. “Akan terus dilakukan, dan dipercepat,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, yang menyambut kedatangan TKI bermasalah bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, serta Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat.

Ke-413 TKI yang dipulangkan atas biaya pemerintah itu, terdiri atas 82 orang yang diberangkatkan dari Jeddah, Saudi Arabia. Sisanya adalah TKI Bermasalah di Kuwait. Di antara mereka juga terdapat 5 anak-anak dan 15 bayi.

Secara terpisah Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maswita
Wijaya yang ikut menyambut kedatangan TKI mengatakan upaya itu antara lain akan dilakukan dengan membuat nota kesepahaman dengan negara tempat TKI bekerja.

Ia menjelaskan, Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat akan mengoordinir departemen dan instansi terkait untuk mempercepat pengurusan TKI bermasalah. “Departemen Luar Negeri akan meminta negara-negara penempatan TKI untuk mempermudah pengurusan dokumen keimigrasian. Menteri Luar Negeri sudah menyurati Menteri Luar Negeri Kuwait supaya pengurusannya dipermudah,” katanya.

Pemerintah, ia menambahkan, juga akan berupaya menyelesaikan masalah hukum TKI yang dituduh melakukan tindak pidana di negara tempat mereka bekerja. Triyono menyebutkan, dalam tiga hingga empat tahun terakhir setidaknya terdapat 20 ribu hingga 40 ribu TKI bermasalah yang harus dipulangkan ke tanah air.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo, selama tahun 2008, pemerintah sudah memulangkan sekitar 12 ribu TKI bermasalah. Selama Juni-November 2009, pemerintah memulangkan 1.230 TKI bermasalah yang antara lain bekerja di wilayah Timur Tengah.

Triyono mengatakan, pemulangan TKI bermasalah belum bisa dilakukan secara besar-besaran karena berbagai keterbatasan. Keterbatasan yang dia maksud antara lain dalam hal pembiayaan dan ketersediaan penampungan sementara di negara penempatan.

Sedangkan Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya ditugasi menyemurnakan proses pemberangkatan dan pemulangan TKI. “Bagaimana, Anda senang dipulangkan pemerintah?” tanya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar saat menyambut TKI yang baru tiba di Terminal II Bandara Soekarno Hatta. Ratusan TKI menjawab kompak “Senang”.

Menurut Muhaimin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menugaskan menteri lintas departemen untuk terus berusaha menyempurnakan proses pemberangkatan dan pemulangan pahlawan devisa ini.

Termasuk di dalamnya melibatkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) dan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan (Menkumdang) untuk membantu pemulangan TKI Bermasalah. “Presiden minta dalam waktu singkat untuk menyelesaikan pemulangan TKI bermasalah dengan bantuan lintas departemen,” papar Muhaimin.

Kepada ratusan TKI, Menakertrans menyampaikan pesan bahwa kepulangannya akan dijamin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat. “Jangan takut, Anda akan aman diantar oleh BNP2TKI sampai ke rumah,” tutur Menakertrans.

Terkait antisipasi TKI bermasalah ke depan, Menakertrans berjanji akan terus berkoordinasi dengan BNP2TKI agar tidak lagi ada masalah-masalah TKI di luar negeri. Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo menjelaskan proses pemulangan WNI -mayoritas buruh migran- itu tak mudah.

Dari semua yang dipulangkan, 331 di antaranya TKI bermasalah dari penampungan Kuwait, dan 82 WNI dari Jeddah. Mereka diterbangkan dengan Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 981 dan sempat transit di Jeddah. “Awalnya, pesawat membawa 331 orang. Setelah transit, ditambah 82 orang dari Jeddah untuk sekalian dipulangkan ke Indonesia,” ungkap Triyono kepada wartawan. *

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.