Ngaku Petugas BNP2TKI, Tipu TKI ke New Zealand
Hati-hati bekerja ke Australia atau New Zealand. Sejumlah oknum bahkan nekad mengaku sebagai pegawai Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI untuk mengelabui mangsanya. Salah satu korbannya adalah Suyadi, asal Yogjakarta. Ia dijanjikan akan ditempatkan sebagai pekerja di New Zealand dengan gaji sebesar Rp 24 juta.
Suyadi telanjur percaya oleh ajakan “petugas†Badan Pelaksana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Ilham Nawami. Bermodalkan kop surat dan stempel BNP2TKI, Ilham menjanjikan Suyadi akan ditempatkan melalui agen Rico Brother’s beralamat Room 2704-6 Bonham Trade Center 50-53, Wellington, New Zealand.
Kepada Suyadi, Ilham mengatakan bahwa program penempatan TKI ke Selandia Baru ini dijalankan melalui kerjasama antara pemerintah kedua negara melalui mekanisme government to government (g to g). Bahkan, ia dijanjikan sudah bekerja selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak terkirimnya data dari BNP2TKI ke agensi di Wellington.
Dengan bekerja di New Zealand, Suyadi dijanjikan akan memperoleh gaji sebesar Rp 24 juta. Ilham Nawawi yang mengaku menjabat sebagai Direktur Marketing BNP2TKI ini jelas-jelas menyatakan sanggup menempatkan Suyadi ke negara kiwi itu.
Mengomentari model penipuan penempatan TKI ke New Zealand, Kasubdit Penyediaan dan Pemberangkatan BNP2TKI, Sudiro Teguh Wibowo menegaskan bahwa BNP2TKI tidak mempunyai program G to G ke Selandia Baru, “Program G to G hanya ada ke Korea dan Jepang,†tegas Teguh.
Menurut Teguh, penempatan TKI di luar program G to G, seperti ke New Zealand hanya dilakanakan oleh Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang resmi dan terdaftar di pemerintah. PPTKIS itupun harus mendapatkan job order dari perusahaan pengguna yang disyahkan oleh Perwakilan Republik Indonesia di New Zealand.
Dia menjelaskan, beberapa PPTKIS yang pernah mendapatkan job order penempatan TKI ke New Zealand, adalah PTSatria Abdi Persada pada bulan November-Februari 2009 yang telah menempatakan sebanyak 150 orang TKI. Selain itu pada tahun 2009, ada PT Bali Duta Mandiri (66 orang) dan PT Tenria Waru (25) orang.
Teguh menegaskan, modus rekruitmen TKI berkop surat BNP2TKI ini jelas merupakan murni penipuan. Pelakunya bisa dikenakan pidana. Dia berharap, Calon TKI untuk mewaspadai modus penipuan ini.
“Saya minta masyarakat agar tidak mudah terbujuk, dan mempercayai penipuan yang mengatasnamakan Deputi Penempatan BNP2TKI atau bekerjasama dengan BNP2TKI,†pinta Teguh seraya meminta agar masyarakat melaporkan kepada Direktur Pengamanan BNP2TKI atau kepada polisi terdekat.
Model penipuan ini menggunakan Perjanjian Penempatan antara BNP2TKI dengan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) Negara Tujuan New Zealand yang ditandatangani oleh kedua pihak di atas kertas bermaterai.†BNP2TKI tidak pernah mengadakan perjanjian Penempatan dengan Calon TKI untuk dipekerjakan di New Zealand,†tegas Teguh.
Meski tidak ada klausul jumlah pembayaran yang harus disetor CTKI dalam perjanjian bermaterian itu, Teguh mengingatkan agar pencari kerja tetap ekstra berhati-hati. “Begitu Anda tergoda dengan modus ini, uang anda akan disedot oleh para penipu ini,†tegas Teguh. *
Popularity: 4% [?]
Hi teman2 semua, hati2 dengan ELI ( English language institute) yg berdomisili di makasar, dengan program SWL nya (Study work Live) in New Zealand,
Saya udah bayar 25 juta dari bulan sebelas 2009 untuk ikut program itu bersama istri, tapi sampai sekarang belum juga berangkat, janji ke janji terus.
dijanjikan berangkat tanggal 5 January, mundur ke 20 januari, sekarang mundur ke 20 Februari, malah adik nya yg punya lembaga ELI yg ngekos di Gudang Peluru yg mengurusi pasport ke kedutaan New Zealand sekarang menghilang, namanya Caci ALias Gani abdul basyik, dia menghilang bersama uang & pasport saya,
Menurut Caci Alias Gani abdul basyik, pasport & data2 saya beserta istri sudah dimasukkan ke kedutaan NZ, da tiket Qantas sudah dibooking, tapi ketika saya minta receipt tanda terima berkas dari kedutaan NZ & nomer bookng Qantas, saudara CACI berbelit2 dan tidak bisa menunjukkan bukti2 tersebut, saya udah cek ke Qantas ternyata nama kami tidak ada, saya curiga dan meminta kepada saudara CACI agar uang & pasport ku dikembalikan, tapi dia malah sok mengatakan sekarang juga bisa dikembalikan, saya datangi kos nya hari sabtu kemaraen tanggal 23 January di gudang peluru, Tebet, dan ternyata dia tidak mau bertemu saya, dan sampai sekarang dia kabur kaburan, Dia ( Caci kirim sms bahwa dia akan kembalikan semua uang dan minta maaf), ya janji tinggal janji, sampai saat ini saya masih nongkrongin di tempat kost nya, sudah dikoordinasikan ke pemilik kost & penjaganya, kalau2 dia muncul. Kasus ini sudah dilaporkan ke kantor polisi.
Saya himbau kepada teman2 yg mengetahui lembaga ini atau mengenal saudara caci atau mungkin telah menjadi korban, tolong hubungi saya di nomer 0817 4898604
Terima kasih mas Randy untuk laporannya. Saya akan buat 1 artikel mengenai hal ini supaya tidak ada lagi yang kena tipu. Terima kasih.