SBY Pilih Muka Baru, Golkar Tuntut Jatah Menteri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hanya sebagian kecil dari menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang akan melanjutkan kembali tugasnya dalam kabinet pemerintahan lima tahun mendatang.
‘’Sebagian besar menteri akan melanjutkan tugasnya di medan pengabdian lain karena kabinet lima tahun mendatang membutuhkan penyegaran. Oleh karena itu saya memohon pengertian kita semua, sebagian kecil yang kiranya masih mendapatkan tugas di lingkungan kabinet, sedangkan sebagian besar karena penjelasan saya itu akan memasuki medan pengabdian lain,” tuturnya.
Perombakan besar kabinet, lanjut dia, juga disebabkan oleh realitas politik yang berbeda dari situasi lima tahun lalu saat pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. “Bagi saudara-saudara yang berasal dari partai politik bisa jadi parpol-parpol yang berjuang bersama mengusulkan nama yang sama atau nama yang tidak sama,” ujarnya.
Pada acara perpisahan, hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah. Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani serta Wapres Kalla dan Mufidah duduk satu meja dengan Boediono dan istrinya. Presiden menjelaskan kehadiran Boediono lebih sebagai mantan Menko Perekonomian. Setiap menteri Kabinet Indonesia Bersatu hadir bersama dengan pasangan masing-masing.
Dari kalangan mantan menteri yang pernah bertugas dalam Kabinet Indonesia Bersatu hadir antara lain Mantan Menteri Dalam Negeri M Maruf, Mantan Meneg BUMN Sugiharto, Mantan Menteri PDT Syaifulah Yusuf, mantan Kapolri Jend Pol Sutanto, dan mantan Panglima TNI Djoko Suyanto.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie berharap, sebagai partai besar, Golkar seharusnya mendapatkan lebih dari dua kursi untuk posisi menteri kabinet mendatang. Usai acara perpisahan Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara, Jakarta, Jumat, Aburizal menyebutkan, Partai Golkar mengincar tiga atau empat kursi menteri. “Yang cocok itu tiga atau empat, karena partai besar,” ujarnya.
Bahkan, Aburizal berharap Partai Golkar dapat menempatkan kadernya di kursi menteri koordinator. Namun, ia tidak bersedia menyebutkan berapa jumlah kader berikut nama yang telah dikirimkan Partai Golkar untuk menduduki kursi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua yang tengah disusun oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden terpilih periode 2009-2014.
Aburizal juga membantah aturan koalisi yang diterapkan oleh Yudhoyono kepada Partai Golkar berbeda dengan lima partai koalisi lain yang telah bergabung lebih dulu sebelum Pemilihan Presiden 2009. “Rasanya sama tuh,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Yudhoyono menyatakan Partai Golkar yang bergabung belakangan dalam koalisi pemerintahan dikenakan aturan main yang berbeda guna menjaga keadilan terhadap lima partai koalisi yang berjuang bersama pada Pemilu. *
Popularity: 1% [?]