Ical Ketua Umum, Partai Demokrat Senang
Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014 Aburizal Bakrie (Ical) yang baru saja terpilih langsung mengagendakan acara menghadap Presiden SBY. Ical juga menyatakan Golkar tidak akan menjadi partai oposisi, namun akan tetap kritis terhadap pemerintah. “Sebagai ketua umum partai terbesar kedua, pasti akan dilakukan partai untuk mengunjungi Presiden,” kata Ical.
Selain sowan ke SBY, Ical juga akan menemui JK untuk serah terima jabatan. Hal itu akan dilakukan Ical besok (saat pelantikan). Ical menegaskan dirinya akan merangkul semua kandidat yang lain. Namun bukan berarti Ical akan membagi kekuasaan dengan lawan-lawan politiknya. “Kami akan mengajak semuanya. Kami tawarkan kerjasama dan suatu hasil dari formatur dan harus menjadi kerjasama yang baik. Bila kita menawarkan kerja sama, tidak boleh ada dua-tiga kepemimpinan,” tegas Ical.
Ical menegaskan Golkar tidak akan menjadi partai oposisi. Meski begitu, Golkar akan menjadi partai yang kritis terhadap pemerintah. “Bila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan kehendak rakya, Golkar akan mengkritik dan memberi masukan,” janji Ical.
Mengenai posisi di kabinet, Ical mengaku hingga saat ini belum ada tawaran dari SBY. Jika nantinya ada tawaran, Ical akan mempersilakan kader terbaik Golkar untuk membantu SBY. “Kalau ada penawaran, tentu Golkar akan mempersilakan kader terbaiknya,” kata Ical yang mengaku berterima kasih kepada Akbar Tandjung, Agung Laksono dan semua pihak yang telah mendukungnya itu.
Rencananya Ical akan mengumumkan nama-nama pengurus harian DPP Golkar nanti malam. Setelah itu 2 minggu kemudian nama-nama pengurus selengkapnya akan diumumkan. “Dalam dua minggu akan diumumkan pengurus lengkap Golkar. Betapa pun kerasnya perbedaan pandangan, Golkar dapat memberikan contoh kepada partai lain tentang demokrasi,” ucap Ical.Ical menambahkan, struktur organisasi partai nantinya akan dibagi menjadi 3 fungsi. Fungsi pertama adalah kepartaian, kedua electoral, dan ketiga kebijakan.
Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi mengatakan, terpilihnya Aburizal Bakrie menunjukkan bahwa pengurus Golkar se-Indonesia tidak siap beroposisi dengan pemerintah. “Jualan Surya Paloh tentang pentingnya Golkar menjaga jarak dengan pemerintahan SBY terbukti tidak `dibeli` oleh peserta Musyawarah Nasional (Munas), ‘’katanya.
Hal tersebut membuktikan, katanya, anggota Golkar lebih menyukai pendekatan Ical (panggilan akrab Aburizal Bakrie) yang tidak mengambil jalur konfrontatif melawan SBY. Menurut Burhan, ada beberapa alasan yang membuat sebagian besar peserta Munas menolak tawaran oposisi ala Surya Paloh dan Jusuf Kalla (JK).
Pertama, lanjutnya, karena banyak Ketua DPD I dan DPD II Golkar yang menjadi bupati, walikota atau gubernur.”Pilihan oposisi bertentangan dengan kepentingan kader-kader Golkar yang menjadi pemimpin di daerahnya,” kata pengamat politik Universitas Paramadina itu.
Ia menilai, alasan yang kedua yaitu pernyataan apabila oposisi bisa menaikkan suara Golkar mendapat bantahan dengan melihat kasus PDI Perjuangan yang selama lima tahun terakhir berperan sebagai oposisi tapi perolehan suaranya di pemilu 2009 juga mengalami penurunan tajam. “Pilihan oposisi juga membuat Golkar kesulitan mendapatkan akses finansial,” lanjutnya.
Padahal, jelasnya, dengan berkoalisi dengan SBY maka dimungkinkan kader-kader Golkar yang terpilih sebagai menteri memperoleh akses terhadap sumber keuangan yang pada akhirnya bisa disetor untuk partai. Di lain pihak, Burhan menilai, pilihan berkoalisi dengan SBY bukannya tanpa resiko. Ia mengatakan, Selain potensi Golkar berada dibayang-bayang Demokrat, koalisi dengan SBY juga merupakan lampu kuning bagi demokrasi karena praktis SBY akan mendapat `back up` yang semakin kuat dari parlemen.
“Ical harus mampu menampilkan hubungan yang lebih elegan jika pada akhirnya dia memilih bergabung dengan SBY, tanpa harus mengorbankan kepentingan Golkar pada pemilu 2014 nanti,” tambahnya.
Sedangkan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan, terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Ketua Umum Partai Golkar membuat Partai Demokrat merasa nyaman untuk meneruskan kerjasama politik dengan Golkar. “Kami yakin akan lebih mudah untuk membangun komunikasi dan kesepahaman tentang membangun Indonesia ke depan.
Sejauh ini, Partai Demokrat merasa cukup nyaman dalam komunikasi dengan Golkar dan Ical. Kami yakin pula Golkar akan menjadi partai yang bersahabat dengan Partai Demokrat,” kata Anas saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Namun, menurut dia, siapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas, tidak menghalangi Partai Demokrat untuk membangun komunikasi dan kerjasama dalam membangun demokrasi yang bermartabat. “Kami menghormati apapun hasil Munas Golkar dan siapapun yang dipilih menjadi Ketua Umum. Itu adalah wilayah dapur internal Golkar.
Kami sampaikan selamat kepada Golkar yang telah menyelesaikan Munas dan melahirkan kepemimpinan baru di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie,” katanya.
Popularity: 1% [?]