Kepala BNP2TKI Perjuangkan Malaysia Buka Lagi
Penghentian sementara penempatan TKI ke Malaysia sejak Agustus 2009 dikeluhkan oleh Kepala Disnakertransduk Jatim Indra Wiragana.
Dalam diaog Safari Ramadan di UPT P3TKI Surabaya, Indra meminta BNP2TKI segera mendesak segera dibukanya kembali penempatan TKI informal ke Malaysia. ‘’Penghentian katanya sementara, tapi kok sampai sekarang belum jelas kapan sementaranya,’’sindir Indra kepada Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, yang mengakhiri 15 hari Safari Ramadan di pulau Jawa.
Indra sendiri sempat mempertanyakan keabsahan surat keputusan penghentian sementara TKI informal ke Malaysia, karena surat yang diterimanya hanya menyebut untuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Selain itu, tandatangan surat juga hanya dilakukan oleh Direktur Penempatan TKLN Depnakertrans.
Jumhur Hidayat mengakui pihaknya yang mengusulkan penghentian penempatan TKI informal dengan alasan untuk memberikan shock teraphy kepada Malaysia. Setelah dilakukan beberapa kali perundingan, menurut Djumhur, Malaysia sudah mau memenuhi tiga tuntutan Indonesia, yakni kenaikan gaji menjadi 600 RM, paspor diserahkan TKI, dan ada libur sehari dalam seminggu. ‘’Kalau tiga ini sudah jelas, saya kira sudah sudah bisa dibuka lagi,’’katanya. Namun, wewenang pembukaan tetap ada pada Depnakertrans.
Pada bagian lain, Jumhur Hidayat menyatakan bahwa pemerintah akan merebut pasar kerja sektor formal di luar negeri. “Kita tak boleh kalah dari Filipina, Vietnam,”kata Jumhur.
Pemerintah terus berusaha mengambil pasar tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal di dunia untuk mengejar ketertinggalan selama ini. “Terus terang saja, pemerintah sejak berpuluh-puluh tahun lalu tak memiliki visi menempatkan TKI sektor formal,” katanya dalam rangkaian Safari Ramadhan BNP2TKI 31 Agustus-14 September 2009.
Jumhur mengakui selama puluhan tahun pemerintah terjebak hanya mengirim TKI sektor informal atau penata laksana rumah tangga padahal hanya delapan negara yang bersedia menerima tenaga kerja sektor tersebut. “Akhirnya pasar kerja sektor formal di luar negeri direbut oleh negara tetangga seperti Filipina,” katanya.
Kepala BNP2TKI menceritakan belum lama ini berkunjung ke Darwin untuk memperluas pasar kerja di negara bagian di Australia itu. “60 persen ekspor daging sapi dari Darwin dikirim ke Indonesia tetapi TKI yang bekerja di sana hanya 500 orang padahal tenaga kerja dari Filipina di sana ada 8.000 orang,” katanya.
Jumhur yang ketika kunjungan itu didampingi pejabat dari Departemen Pertanian sempat menekan pihak berwenang di Darwin untuk memberi kesempatan kerja yang lebih banyak untuk TKI karena bila tidak Indonesia bisa saja mengimpor daging sapi dari Brasil dan India. “Saya `mengancam` seperti itu akhirnya Australia bersedia memperbanyak jumlah TKI,” katanya.
Jumhur juga menyebutkan berbagai negara Timur Tengah membuka peluang bagi puluhan ribu TKI perawat untuk bekerja di berbagai rumah sakit sehingga tidak hany perawat. “Mereka sebenarnya lebih nyaman dengan perawat Indonesia yang sama-sama muslim. TKI kita hanya perlu dipersiapkan mampu berbahasa Inggris,” katanya.
Jumhur menambahkan Korea dan Jepang juga banyak menerima TKI sektor formal sebagai tenaga kesehatan, industri, dan manufaktur dan peluang tersebut makin bertambah. Pemerintah, katanya, saat ini giat mendapatkan pasar kerja di kawasan Eropa, Amerika, dan Afrika. *
Popularity: 2% [?]