Turis Malaysia Tetap Ramai
Turis Malaysia tetap ramai berlibur ke Bali, bahkan menempati peringkat empat dari sepuluh besar negara pengirim turis ke Bali, setelah pelancong Australia menempati urutan pertama disusul Jepang.
“Masalah klaim Tari Pendet oleh Malaysia yang diprotes masyarakat Indonesia dan kini marak dibicarakan, tampaknya tidak memberikan efek bagi turis negari itu untuk datang berlibur ke Pulau Dewata,” kata Praktisi pariwisata Bali, Tjokorda Gde Agung.
Pengusaha akomodasi perhotelan dan biro perjalanan wisata di kawasan wisata Ubud itu mengatakan pelancong dari negeri tetangga ini masih ramai ke Bali, karena mereka menganggap Pulau Dewata cocok untuk tempat berlibur. Wisatawan Malaysia yang datang berlibur ke Pulau Bali ini banyak di antaranya sudah pernah ke Bali lebih dari dua kali dan mereka mengaku tetap masih kepingin datang ke daerah yang dijuluki pulau seribu pura (tempat suci Hindu) ini, katanya.
Dinas Pariwisata Bali mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia yang terbang langsung dari negaranya ke Bali bertambah hingga 21,6 persen dari sebanyak 68.890 orang pada Januari hingga Juli 2008 menjadi 83.809 orang pada perioda sama di 2009.
Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar juga mengatakan demo anti Malaysia di Indonesia yang memancing ketegangan hubungan kedua negara beberapa waktu belakangan ini tidak berpengaruh nyata pada sektor pariwisata Indonesia. “Itu tidak memberikan implikasi dan efek terlalu jauh,” kata, disela penyelenggaraan Matta (Malaysian Association of Tour & Travel Agents) Fair, 4-6 September 2009, di Kuala Lumpur.
Menurut dia, Indonesia dan Malaysia sejak dahulu memiliki hubungan historikal yang unik layaknya dua saudara. “Wajar kalau kakak beradik yang bersaudaraan pernah marahan,” katanya. Oleh karena itu, segala hal yang memancing ketegangan hubungan antar-negara, katanya, harus diselesaikan secara kekeluargaan dan menggunakan jalur diplomasi yang baik.
Terkait dengan sektor pariwisata, Sapta menegaskan sejumlah konflik kecil antar-dua negara terbukti tidak berpengaruh nyata pada kunjungan wisman asal Malaysia ke Indonesia. “Di acara Matta Fair 2009 terbukti Indonesia tetap yang jadi favorit untuk dikunjungi masyarakat Malaysia,” katanya. *
Popularity: 1% [?]