Malaysia Minta Maaf, Kedubes Diancam Bom

pendet_danceKontroversi tari pendet berakhir. Pemerintah Malaysia telah meminta maaf kepada Indonesia terkait penggunaan tarian tradisional Bali itu dalam iklan pariwisata Malaysia.

Departemen Luar Negeri Indonesia menganggap permasalahan tari Pendet ini sudah selesai dan tidak perlu diberdebatkan lagi.”Permintaan maaf sudah disampaikan kepada Menbudpar Jero Wacik oleh perwakilan kementerian Kebudayaan Malaysia,” kata Juru Bicara Deplu Tengku Faizasyah.

Menurut Faiz, perwakilan Malaysia menjelaskan iklan Malaysia yang menampilkan tari pendet merupakan produksi Discovery Chanel. Malaysia tidak pernah ada pernyataan resmi mengklaim tari pendet sebagai budaya negeri jiran tersebut. “Sejauh pantauan kita, permasalah itu sudah selesai sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi,” katanya.

Sementara itu, Kedubes Malaysia di Jakarta diancam bom, sehingga tim gegana datang menyisir lokasi. Seorang polisi mengatakan ancaman bom dikirim melalui SMS ke TMC Polda Metro Jaya. Isinya, ada bom di Kedubes Malaysia. “Saya nggak tahu bomnya di mana. Makanya kita sisir semuanya. Karyawan dari Kedubes Malaysia juga nggak tahu kalau ada ancaman,” kata seorang polisi. Tim gegana dari Polda Metro Jaya tampak memeriksa lingkungan luar di Kedubes Malaysia. Petugas menggunakan alat pendeteksi bom. Tiap sudut pekarangan, dan lobi depan disisir.

Puluhan karyawan Kedubes Malaysia juga terlihat keluar ruangan. Mereka ada yang duduk di lobi, ada yang jalan-jalan sambil menelepon dan ada juga yang berdiri di pekarangan. Tidak seorang karyawan pun mau memberikan komentarnya. Selesai melakukan penyisiran, tim Gegana keluar dari pintu samping Kedubes Malaysia sekitar pukul 13.20 WIB. Karyawan pun tampak masuk ruangan dan beraktivitas lagi. *

Popularity: 2% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.