Tiket Pesawat Mulai Habis, Gula juga Langka

sugar1Penjualan tiket pesawat terbang pada kantor agen tiket di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Babel, mengalami peningkatan dibanding biasanya, seiring arus mudik kaum pendatang di daerah itu pada bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. “Pada Agustus 2009, permintaan tiket perjalanan khususnya tiket pesawat terbang mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yakni sebesar 30 persen,” ujar Aswi.

Ia mengatakan, biasanya rata-rata permintaan pembelian tiket pesawat terbang dari masyarakat Koba dan sekitarnya hanya mencapai sekitar 100 tiket per bulan, namun pada Agustus 2009 ini sudah terjual 150 tiket. Menurut dia, tingginya permintaan pembelian tiket pesawat terbang pada Agustus 2009 disebabkan banyaknya masyarakat untuk mudik Lebaran ke daerah asalnya seperti Jakarta dan Pulau Jawa serta kota-kota di Sumatera. “Banyak warga pendatang yang membeli tiket pesawat pada saat memasuki puasa karena ingin menjalankan puasa di kampung halamannya,” katanya.

Ia mengatakan, selain ingin menjalankan puasa di kampungnya, faktor penyebab sebagian pemudik memilih untuk pulang kampung pada Agustus 2009 disebabkan oleh keinginan untuk menghindari lonjakan kenaikan harga tiket pesawat. “Rata-rata para pekerja dari luar daerah memilih pulang kampung pada Agustus ini karena menghindari lonjakan harga tiket yang akan mahal,” katanya.

Menurut dia, bisnis penjualan tiket di Bangka Tengah masih merupakan bisnis yang menguntungkan karena jumlah agen tiket di Bangka Tengah masih belum begitu menjamur, sedangkan jumlah kaum pendatang di Bangka Tengah cukup banyak. “Dalam tiga bulan terakhir, omset pendapatan penjualan tiket dapat mencapai ratusan juta karena pemudik dari Jawa dan Madura di Bangka Tengah cukup banyak sehingga bisnis ini cukup menjanjikan,” katanya.

Sementara itu, harga gula di pasar terus melonjak, dan tembus Rp 10.000 per kilogram. Namun Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, produsen gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN) belum berencana melakukan operasi pasar murah, karena stok gula yang ada hanya sekitar 200.000 ton. “Belum (operasi pasar nurah) gula karena gula PTPN tinggal sedikit,” kata Sofyan Djalil.

Sofyan menjelaskan, persediaan gula yang ada di pabrik PTPN tersisa sekitar 200.000 ton karena sebagian besar sudah dilelang dan dikuasai pasar. “Kalaupun nanti PTPN melakukan pasar murah, kita harus melihat teknis pelaksanaannya,” ujar Sofyan. Ia berpendapat, persoalan kenaikan harga gula saat ini terutama di saat memasuki Ramadan dan menjelang lebaran lebih karena sebagian besar sudah di tangan pihak ketiga. “Tebu yang telah digiling sudah dilelang dan ada di tangan pihak ketiga. Harga gula di pasar internasional juga sedang melonjak,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, musim giling tebu tinggal dua bulan lagi, dan hanya menyisakan sebagian kecil di Jawa Timur, dan daerah Sulawesi Selatan. “Stok 200.000 ton itu angka nasional, sekitar 70 persen di antaranya PTPN, sisanya gula petani,” katanya. Dia mengakui, selama ini kebutuhan gula nasional tidak bisa dipenuhi melalui produksi dalam negeri. *

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.