Teropong Bosscha Nyatakan Puasa 22 Agustus

puasa1Awal puasa Ramadan hampir pasti dimulai 22 Agustus. Sejumlah astronom di peneropongan bintang Bosscha, Lembang Jawa Barat yang mengamati kemunculan bulan sebagai penanda awal puasa di Indonesia, dan melakukannya di 8 titik berbeda mengatakan bahwa bulan baru akan muncul 21 Agustus sore. ”Menurut hisab, tanggal 22 (Agustus) baru mulai puasa,” kata Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat.

Data penghitungannya, kata Taufik, berasal dari kiriman hasil pengamatan lewat internet di 9 lokasi. Selain di Bosscha Lembang, tempat lain diantaranya, Ternate, Kupang, Makassar, Gresik, Semarang, Pelabuhan Ratu, dan Aceh. ”Secara online, langsung di streaming-kan ke internet,” ujarnya.

Pemantauan bertepatan pada 29 Syaban ini dikoordinir Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan Informasi, serta Observatorium Bosscha. Menurut Taufik, pengamatan besok akan tetap dilanjutkan. ”Besok bukan rukyat wajib tapi pembuktian,” katanya.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur juga ukan “rukyatul hilal” (melihat hilal atau bulan usia muda yang menandai pergantian kalender) pada Kamis, 20 Agustus 2009 sekitar pukul 17.35 WIB. “Rukyatul hilal itu untuk menentukan awal Ramadhan, karena NU Jatim mengikuti perintah Rasulullah untuk menyempurnakan umur bulan sya`ban dan mengawali bulan Ramadhan,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, H Sholeh Hayat SH..

Menurut dia, irtifaq (ketinggian hilal) pada 20 Agustus 2009 M atau 29 Sya`ban 1430 H masih di bawah ufuk atau minus tiga derajat, sehingga hilal diperkirakan akan sulit dilihat dengan “rukyatul hilal.”"Tapi, kami tidak berani memutuskan dengan hisab (perhitungan matematis), melainkan dengan rukyatul hilal. Kalau pun umur bulan sya`ban itu digenapkan 30 hari, maka istikmal (penggenapan) itu harus dilakukan dengan melihat langsung (rukyatul hilal),” katanya.

Sikap NU itu, katanya, karena syariah (hukum agama) memang mengatur dengan “rukyatul hilal” sebagaimana yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW. Ia mengatakan bila rukyatul hilal gagal melihat hilal, maka umur bulan sya`ban digenapkan 30 hari hingga 21 Agustus, sehingga awal Ramadhan 1430 H adalah 22 Agustus. “Tapi, kalau hilal dapat dirukyat, maka umur bulan sya`ban hanya 29 hari dan awal Ramadhan 1430 H mulai 21 Agustus. Kita tunggu saja kemungkinannya, apakah sama dengan hasil hisab atau tidak,” katanya.

Meskipun demikian, umat Islam di sejumlah Desa di Pulau Ambon, Haruku, Saparua dan Seram, Provinsi Maluku melaksanakan puasa lebih awal. Salah seorang warga Desa Kabau, Pulau Haruku, Tahir Karepessy mengatakan, awal menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan di Maluku biasanya disebut Kepala Puasa dan dilaksanakan dengan makan Sahur, Kamis dini hari(20/8) tadi. “Kami biasanya melihat bulan, ini tradisi leluhur sehingga di Kabau Puasa lebih awal dari jadwal yang diputuskan pemerintah,” ujarnya.

Puasa lebih awal juga dilaksanakan warga Desa Wakal, Kecamatan Leihitu di Pulau Ambon, Waiputih, Pulau Seram dan Desa Sirisori Islam di Pulau Saparua. Salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Abdul Halid mengatakan, tidak menjadi masalah bila ada umat Muslim di daerah ini yang melaksanakan Puasa lebih awal. “MUI tetap berpatokan pada keputusan pemerintah melalui Menteri Agama, tapi yang menunaikan Puasa lebih awal itu merupakan warisan leluhur dengan berpatokan pada posisi bulan,” katanya.

Abdul mengatakan, Puasa lebih awal itu bukan masalah dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Terpenting hati dari masing-masing warga Muslim untuk menunaikan Puasa secara benar sesuai dengan amanah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. *

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.