Karyawan Garuda Dikabarkan Tersangka Teroris
Muh Syahrir atau yang biasa dipanggil Aing dan pernah bersekolah di STM Penerbangan Blok M dinyatakan sebagai tersangka pelaku terorisme. Syahrir yang diduga karyawan Garuda Maintenance Fasility itu dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi bersama Syaifudin Zuhri alias Udin, dan dua temannya.
Andri (37), warga Jalan Giring-giring 2, Rt 09/RW 10 no 184, Sukmajaya, Depok yang dulu merupakan teman main tersangka mengatakan, setelah lulus dari STM Penerbangan, Syahrir bekerja sebagai mekanik di Garuda dan juga sempat kuliah di Kampus Penerbangan Suryadharma.
Menurut pengakuan tetangga Aing, Syahrir sering melakukan doktrin keagamaan. ‘’Langsung memang tidak. Hanya saja, begitu berbincang soal agama, biasanya dia pelan-pelan menyusupi doktrin-doktrin soal tauhid, mulai dari situ saya enggan lagi mendebatnya,”ujar Ai (37), pria yang pernah bertetangga dengan Syahrir.
Ai mengakui, ada beberapa warga yang sempat ikut Aing dan Udin ke “pengajian khusus” yang hanya melibatkan orang-orang tertentu. Namun, kata dia, tidak semua yang ikut itu terlibat terlalu dalam. Ai menyebutkan, dua tetangganya yang tinggal berbeda gang atau jalan di wilayah itu ada yang ikut menjadi anggota pengajian dan sampai sekarang tidak tahu rimbanya.
Waktu itu, tutur Ai, sekitar tahun 1988 atau 1989, kedua warga yang bernama En dan Iw itu terlihat sangat dekat dengan Aing dan Udin. Kala itu, En dan Iw masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi kejuruan di bilangan Jakarta Timur. “Pakaian mereka sama, baju koko dan celana ngatung. Kalau pergi ya hanya dengan mereka-mereka saja.” ujar Ai.
Belakangan, kata Ai, seorang warga bernama My alias Yo juga menjadi anggota pengajian khusus tersebut. Yo inilah yang terakhir masih suka didatangi oleh Udin. Bahkan, kedatangan Udin ke rumah Yo terbilang sangat dekat dengan kejadian peledakan bom di JW Marriott-Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.
Namun Vice President Corporate Secretary Garuda Maintenance Facilities (GMF), Dwi Prasmono Adji mengatakan mengaku belum bisa menjawab apakah Muh Syahrir–tersangka teroris–karyawannya atau bukan. “Saya belum tahu, saya belum bisa menjawab soal itu,” kata Dwi. Dwi menjelaskan, dirinya telah berada di rumah sementara data karyawan ada di kantor. Dia menambahkan, jumlah karyawan yang tergabung di GMF sebagai karyawan tetap sekitar 2.500 orang.
Menurutnya, GMF merupakan anak perusahaan Garuda. Selain mekanik di GMF, Garuda juga memiliki mekanik yang berada di bawahnya langsung. “Saya belum mendengar tentang Muh Syahrir. Saya malah baru tahu dari Anda,” kata Dwi. *
Popularity: 1% [?]