Kecil Peran BNP2TKI dalam Perlindungan TKI
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat mengakui belum mampu melakukan perlindungan TKI, karena kecilnya peran yang diberikan kepadanya. BNP2TKI tidak bisa terlibat terlalu jauh, apalagi secara hukum, pemerintah tidak bisa intervensi karena itu sudah masuk kedaulatan negara lain.
“Kalau ada TKI bermasalah itu tugasnya pemerintah Republik Indonesia, khususnya yang terlibat langsung yaitu Departemen Luar Negeri (Deplu),” ujar Jumhur Hidayat. Meski demikian ia tidak bisa menampik, jika ada permasalahan TKI di luar negeri, maka masyarakat menilai itu menjadi kewajiban BNP2TKI. Padahal, kewenangan BNP2TKI ini terbatas.
Ia memandang perlu ada intervensi politik pemerintah untuk meningkatkan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, khususnya sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).
Jumhur menilai, peran yang dilakukan Deplu sudah semakin membaik. Dari 5 atase tenaga kerja, kini sudah meningkat menjadi 12 atase di negara penempatan yang banyak TKI-nya. Selain itu, Deplu juga sudah menambah pelayanan langsung (citizen service). “Di Malaysia, kini pembuatan paspor sudah bisa selesai dalam waktu 1 hari,” ungkap Jumhur yang mantan aktivis Instutut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Terkait optimasi perlindungan TKI-PLRT, menurut Kepala BNP2TKI, pemerintah perlu membuat perjanjian bilateral dengan negara penempatan seperti Malaysia dan beberapa negara di Timur Tengah. Isi perjanjian inilah yang akan dituangkan dalam memorandum kedua negara.
Ditanya soal Visi BNP2TKI, Jumhur mengatakan “We Serve the people to serve the world.” Dunia butuh Tenaga Kerja Asing (TKA), dan TKI-PLRT adalah salah satu bagian dari TKA itu.
Ke depan, kata Jumhur, BNP2TKI akan merancang penempatan TKI PLRT dengan sistem live out (tinggal di luar majikan) seperti profesi pembantu (nanny) di negara Amerika dan Eropa. “Kebijakan pengurangan PLRT dan peningkatan penempatan TKI formal merupakan jawaban mengurangi TKI bermasalah di luar negeri,” tegas Jumhur. *
Popularity: 2% [?]