Rame-rame Ragukan Noordin Tewas
Kejanggalan dalam penggrebekan di Temanggung Jawa Tengah menjadi awal keraguan bahwa Noordin M Top tewas dalam peristiwa tersebut. Pakar intelijen Sidney Jones, Minggu (9/8) di Jakarta, menegaskan, gembong teroris paling dicari di Indonesia, Noordin M Top, saat ini diyakini belum tewas. “Saya kira dia belum meninggal. Tapi ini baru dugaan,”ujar Sidney.
Sebelumnya, Sidney, seperti yang dilansir Harian The Age, mengatakan, “Legenda (Noordin M Top) itu terus berlanjut.” Sepanjang Sabtu hingga hari ini, masyarakat Indonesia dan dunia dibombardir berita mengenai kabar tewasnya pria misterius yang diduga sebagai Noordin M Top. Noordin diberitakan tewas, Sabtu, pada sebuah drama aksi baku tembak di sebuah rumah di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.
Melansir pendapat seorang ahli asal Singapura, kantor berita Qatar Al jazeera memberitakan kabar tewasnya pimpinan jaringan Al-Qaida Asia Timur tersebut kini diragukan. “Dia (Noordin) belum tewas. Tes DNA membuktikan, jenazah itu bukan Noordin M Top,”ujar Kepala Pusat Terorisme dan Kekerasan, yang berbasis di Singapura, Rohan Gunaratna. Namun, Aljazeera tidak menerangkan darimana Rohan mendapatkan tes DNA tersebut. Rohan melanjutkan, “Namun demikian, Noordin akan terus diburu hingga beberapa hari mendatang.”
Sebelumnya, pengamat intelijen dan militer dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto menilai, teroris yang tertembak tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/8) lalu, bukan Noordin M Top. Menurut dia, janggal jika Noordin berada di rumah itu sendirian.
Ali Fauzi, adik terpidana mati bom Bali Amrozi meminta polisi jangan terkecoh jenggot Noor Din M Top. Sebab, menurut, soal rambut di dagu yang dipanjangkan dalam sebuah penyamaran bisa dipangkas. Ciri khas Noor Din dan jaringannya, saat ini bisa jadi menanggalkan jenggot. disesuaikan dengan keadaan. Artinya, kata Ali Fauzi, Noor Din sekarang tidak berjenggot sebagaimana dalam foto yang disebar polisi.
Menurut dia, ciri-ciri buron teroris asal Malaysia itu secara fisik kulitnya putih, postur tubuh sedang, dan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. “Itu yang perlu dibuktikan,” saran mantan narapidana bom Bali ini.
Kemungkinan wajah Noor Din dipermak, Ali Fauzi tak yakin. “Kecil kemungkinan operasi plastik dilakukan. Sebab, hal itu berkaitan dengan keyakinan. “Haram hukumnya,” ujar Ali Fauzi yang kini tinggal di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur ini. Ali Fauzi yang kini mengajar mengaku baru yakin itu Noor Din jika sudah ada tes DNA. “Sekarang, kok saya tidak yakin,” papar dia.
Kenangan dirinya dengan Noor Din, yaitu ketika sama-sama mondok di Pesantren Lukmanul Hakim di Johor, Malaysia pasa 1992. Saat itu Noor Din menjadi guru teknik, mengingat latar belakangnya sebagai sarjana lulusan Universitas Teknologi Malaysia. “Saya sendiri mengajar Bahas Arab,” kata Ali Fauzi.
Pengamat Teroris Negara Islam Indonesia (NII), Al Chaidar menyatakan, yakin bahwa yang ditembak Tim Densus 88 Antiteror, di Desa Beji, Temanggung, Jawa Tengah pada siang tadi (8/8) bukanlah buron teroris nomor satu, Noordin M. Top. “Pertama, saya belum mendapatkan verifikasi dari jariangan teroris itu sendiri, yang kedua banyak kejanggalan yang terjadi dalam penembakan itu,” ujar Al Chaidar.
Menurut Chaidar, kejanggalan pertama terletak pada pemilihan lokasi tempat persembunyian Noordin. “Itu tempat yang sudah pernah steril oleh Polisi dan itu bukan kebiasaan Noordin M. Top mendatangi tempat yang sudah disteril, biasanya dia langsung memutus hubungan dengan tempat tersebut,” ujar Chaidar. Desa Beji, Temanggung, tambah Chaidar merupakan lokasi yang pernah disterilkan oleh Polisi.
Kejanggalan kedua, menurut Chaidar, adalah soal keberadaan Noordin yang sendirian di dalam rumah tanpa disertai dengan pengawalan. “Tidak mungkin tanpa ada pengawal, 100 meter biasanya sudah ada penjaganya,” ujar Al Chaidar. Bahkan biasanya, Noordin pun tidak melakukan pertempuran sedekat itu. “Seperti yang di Poso, pertempuran terjadi 100 meter dari tempat kediaman, dan itu biasanya di hadang terlebih dahulu oleh pengawalnya,” ujar Chaidar.
Kejanggalan yang paling parah menurut Al Chaidar adalah, sosok Noordin yang tidak memakai bom rompi. Sebab, dalam keadaan apapun, Noordin pasti menggunakan bom rompi. “Bahkan ketika shalat dan makan, ia selalu mengenakan bom rompi,” ujar Chaidar yang pernah mengenal cukup dekat sosok Noordin M. Top.
Chaidar menduga, yang ditembak di Temanggung bukanlah Noordin,melainkan anak buahnya, yang termasuk dalam jaringan Noordin M. Top. “Mungkin orang lain jaringan Noordin M Top yang sudah ditangkap atau yang susah ditangkap,” ujarnya. Chaidar sendiri menduga, keberadaan Noordin tidak di Jawa Tengah melainkan di Jawa Timur. Ia menduga penggerebekan terhadap Noordin M. Top ini merupakan rekayasa dari Kepolisian. “Peristiwa ini by design, ini rekayasa dari polisi,” kata Chaidar.
Sedangkan pengamat intelijen Wawan H Purwanto yang merasa yakin bahwa jenazah korban tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Temanggung, Sabtu (8/8) dini hari, memang gembong teroris Noordin M Top mengaku sudah melihat foto jenazah penggerebekan di Temanggung dari rekannya sesama pengamat.
Berdasarkan foto tersebut, Wawan mengatakan ciri-ciri fisik jenazah memang mirip dengan ciri Noordin yang diyakini penegak hukum. Begitu juga dengan kecenderungan pergerakannya dari Cilacap ke Temanggung diyakini sebagai ciri pergerakan Noordin. “Feeling saya memang Noordin M Top,” ujar Wawan. Namun, Wawan menegaskan keyakinan tersebut tetap harus dibuktikan secara ilmiah melalui tes DNA dengan keluarga di Malaysia dan Cilacap, anti-mortem, serta identifikasi gigi dengan potret gigi yang diambil oleh dokter yang pernah merawatnya. “Sementara ini belum selesai. Semuanya harus diselesaikan supaya tidak timbul kesimpangsiuran,” tandas Wawan.
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan belum dapat memastikannya sebelum hasil tes DNA keluar. “Kami belum berani menyebutkan siapa dia karena hal ini masih harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan harus ada DNA.”
Kapolri memperkirakan, hasil tes DNA akan segera diketahui dalam waktu satu minggu. Kendati belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian, sejumlah media internasional ternama tetap ramai memberitakan tewasnya seseorang yang diduga Noordin.
The New York Times menurunkan berita dengan judul, “Pimpinan Al-Qaida Dilaporkan Tewas”. Website CNN, sementara itu, melansir berita senada dengan judul, “Pelaku Terorisme Tewas”. Demikian juga The Wall Street Journal, yang menuliskan berita berjudul, “Pimpinan Teror Diyakini Tewas”. *
Popularity: 2% [?]