Gading Tunggu Pembebasan Roy Marten

SINDO/TARMUJI TALMACSI
Kedatangan sang ayah dalam keluarga tentu dinantikan oleh semua anak. Tak berlebihan jika Gading Marten, menantikan pembebasan ayahnya Roy Marten dari penjara.
Pada 18 Agustus ini ayah Gading, Roy Marten, akan dibebaskan dari balik jeruji besi yang selama ini menjadi tempatnya tinggal. “Kemerdekaan kali ini spesial buat gua, gua sudah nggak sabar karena bokap rencana bebas bentar lagi,”ujar Gading.
Gading mengakui kemerdekaan punya arti tersendiri buat ia, sebagai manusia dan anak. “Arti kemerdekaan itu sangat mahal. Indonesia butuh 360 tahun untuk merdeka. Bokap gua butuh satu setengah tahun untuk bebas,” ujar dia.
Ia masih teringat curahan hati sang ayah. “Ding, papah sudah nggak bisa tidur, nggak sabar pingin bebas,” ujar Gading menirukan ayahnya. Pernyataan itulah yang menyadarkan Gading kalau kemerdekaan bukan hanya sekedar seremoni. “Gua udah ngerasa kemerdekaan itu berarti banget. Sekarang gua emang bisa ketemu bokap, tapi rasanya beda kan kalo di rumah,” beber dia.
Kini impiannya untuk mengajak sang ayah jalan-jalan ke Bali hanya tinggal menunggu waktu. “Gua sekeluarga udah nyiapin surprise, dari ngumpulin temen-temennya sampe jalan-jalan ke Bali, Papah pengen banget,” ujar Gading. Lalu adakah pesan Gading untuk sang ayah? “Pah, jangan bandel lagi yah,” pesan dia. Roy telah divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya terkait kepemilikan sabu-sabu. Ia ditangkap pada November 2007. *
Popularity: 1% [?]