Keluarga Pro PRT
Para majikan dan LSM menyatakan mereka mendeskripsikan diri mereka sebagai kelompok keluarga yang menghargai pekerja rumah tangga dan ingin menunjukkan aksi mendukung perjuangan pekerja rumah tangga memperoleh hanya secara penuh sebagai pekerja dan warga Hong Kong.
Sebagai keluarga yang mempekerjakan dan menggantungkan urusan kehidupan rumah tangga kepada PRT, mereka juga ingin bergabung dengan yang lain dalam menciptakan Hong Kong menjadi tempat di mana tidak ada seorang pun menjadi budak dan seluruh PRT diperlakukan secara hormat dan berderajat.
Bahkan, dalam upaya mendapatkan semakin banyak dukungan, mereka juga membuat website khusus yang bisa diakses di www.opendoor.hk dan juga menggalang petisi online. Hingga berita ini ditulis, Senin (20/1), sudah 133 tanda tangan dukungan yang berhasil mereka galang.
Salah satu majikan, Dorris Lee, menyampaikan dirinya yakin apa yang dia serukan bersama teman-temannya sesama majikan itu akan mendapatkan dukungan luas dari para majikan Hong Kong. “Saya yakin akan dapat banyak dukungan. Ini hanya langkah awal karena sebenarnya perdebatan semacam ini sudah banyak diangkat di forum-forum,” tegasnya.
Sementara itu Che hung Yuen, salah satu majikan yang tampil bicara dalam konferensi pers itu menyampaikan bahwa yang terpenting adalah mengakui bahwa pekerja rumah tangga adalah pekerja. Dan karenanya, mereka berhak mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang sama.
Sambil tersenyum, dia juga menganggap ketakutan sebagian majikan bahwa upah PRT asing akan tinggi jika mereka dimasukkan ke dalam SMW sebagai sesuatu yang tidak perlu. “Saya belum menghitungnya secara pasti. Tapi yang jelas ketakutan itu tidak perlu. Perkiraan saya sekitar 400- dolar lebih banyak dan itu sudah konsekwensi wajar karena sumbangan mereka (PRT-red) juga banyak,” terangnya.
Che hung Yuen kemudian bercerita bahwa keluarganya sudah mempekerjakan pekerja rumah tangga selama 12 tahun atau tepatnya sejak anak pertamanya lahir. Saat ini dia mempekerjakan dua orang PRT dan dia merasa sangat terbantu. “Kalau kita memperlakukan mereka dengan baik, mereka pun akan bersikap baik kepada kita. Ini prinsip dasar bermsyarakat,” terangnya. *