Mahasiswa Demo Pungli TKI Korea

protestSejumlah mahasiswa mendatangi kantor BNP2TKI dengan menggelar demo. Mereka menilai penempatan TKI ke Korea masih diwarnai pungutan liar dan korupsi.

Mereka mengharapkan BNP2TKI bisa menjadi lembaga yang credible, bersih, dan memberi pelayanan terbaik kepada pahlawan devisa. “Kami mengharapkan BNP2TKI bisa menyelidiki adanya praktek pemerasan dan pungutan liar (pungli) dalam rekruitmen TKI, khususnya yang mau bekerja ke Korea,”ujar Joko Dwi mahasiswa satu dari empat utusan yang diterima Deputi Penempatan BNP2TKI, Drs. Ade Adam Noch.

Komite mahasiswa yang terdiri dari Universitas Jaya Baya Universitas Ibnu Chaldun, BSI Jati Waringin, STMIK Jayakarta, Univ. Muhammadiyah Jakarta, STMIK Muhammadiyah, PGRI Cikokol, dan BSI Cikokol dalam audiensi dengan Deputi Penempatan menyerahkan bukti adanya pungutan liar oleh oknum BNP2TKI terhadap CTKI Korea dalam bentuk Compact Disc (CD).
Ketika ditanya oleh Deputi Penempatan tentang isi detailnya, Joko tidak mau mengungkapkannya secara eksplisit. “Bagi kami, siapapun yang terlibat di dalamnya kami minta agar segera ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” pinta Joko seraya menyebutkan adanya pungutan CTKI ke Korea antara Rp. 1 juta – Rp. 2 juta agar proses pengurusan bisa dipercepat dan turunnya kontrak kerja.

Menanggapi laporan dari Komite Mahasisa itu, Deputi Penempatan BNP2TKI, Ade Adam Noch berjanji akan mempelajari laporan adanya pungutan liar (Pungli) yang diberikan dalam bentuk CD itu. “Siapapun yang terlibat dalam pungli ini, jika memang terbukti akan kami tindak tegas,” janji Ade Adam Noch yang saat itu didampingi oleh I Wayan Mandi, Direktur Penempatan G to G BNP2TKI.

Terkait kemungkinan adanya oknum BNP2TKI yang terlibat dalam pungli penempatan TKI ke Korea itu, Ade Adam Noch menegaskan, pihaknya tetap akan mengambil tindakan tegas. Sedang bila kesalahannya itu masuk wilayah pidana, BNP2TKI akan menyerahkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Ade Adam Noch mengingatkan, dalam hal penempatan TKI ke luar negeri ada banyak pihak terlibat, mulai dari Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), BNP2TKI, penempatan untuk kepentingan perusahaan sendiri, dan TKI Mandiri. “Tandatangan saya sudah 2 kali ditipu. Pertama ketika saya masih menjabat sebagai Direktur dan kedua setelah menjadi Deputi,” ungkap Ade kepada para delegasi mahasiswa.

Ade menjelaskan, urusan TKI sangat kompleks. Jadi, kita harus bicara agak lebih spesifik. Meski demikian, Deputi Penempatan berterimakasih kepada para mahasiwa yang telah memberikan data yang akan menjadi masukan bagi perbaikan kinerja BNP2TKI ke depan. *

Popularity: 5% [?]



Baca Juga :


1 Comment

  1. SAKIRA BLITAR says:

         Kami dari lembaga solidaritas angkatan kerja indonesia raya Blitar jawa timur, jika pengurusan / proses tki korea perpropinsi ini untuk menghindari pungutan liar ,selama ini hanya pusat yang menangani proses tki korea sementara didaerah tidak berfungsi sama sekali, padahal tki atau pahlawan devisa yang banyak di daerah2
    semoga sukses