KJRI: BMI Lebih Diterima Keluarga Hong Kong

tkiJumlah buruh migran Indonesia di Hong Kong terus bertambah, dan bukan tidak mungkin akan menjadi yang terbesar dengan mengalahkan buruh migrant asal Filipina, yang selama ini menguasai pasar tenaga kerja informal di negeri tersebut.

Data terbaru yang dikeluarkan Departemen Imigrasi Hong Kong pada akhir Mei 2009 menunjukkan, perbedaan jumlah antara BMI dan buruh migran Filipina di Hong Kong hanya 176 orang. Total jumlah buruh migran Filipina hingga 31 Mei mencapai 126.556, sementara BMI mencapai 126.380.
Asisten Tenaga Kerja Konsulat Filipina, Leonida Romulo, seperti diberitakan Hong Kong News, memperkirakan bahwa maksimal bulan Juli, jumlah BMI akan mengungguli buruh migran Filipina. Pada tahun 2007, saat jumlah BMI mulai mengalami peningkatan tajam, Romulo sudah memprediksi bahwa posisi buruh migran Filipina akan tergeser oleh BMI dalam tempo dua tahun ke depan dan prediksi Romulo terbukti.
Konsuler di KJRI, Hari Budiarto mengakui meingkatnya jumlah BMI di Hong Kong. Hal itu disebabkan BMI lebih bisa diterima oleh keluarga China, lebih suka menggunakan Kantones, dan Hong Kong saat ini dijadikan tujuan favorit dibanding negara penempatan lainnya seperti Malaysia atau Arab Saudi. “Di Hong Kong, gajinya lebih jelas, ada hari libur, dan perlindungan hukumnya jelas,”ungkap Hari. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia jauh lebih banyak dari penduduk Filipina, sehingga wajar jika jumlah buruh migran Indonesia juga melonjak.
Namun peningkatan jumlah BMI tersebut juga mengkhawatirkan. Pasalnya, selama ini BMI cenderung digaji lebih rendah dibandingkan buruh migrant Filipina. BMI juga cenderung digaji di bawah standar minimal 3.580 dollar Hkg. “Memang sulit membuktikan itu. Kita tahu banyal PT adan agen illegal. Dan diperlukan hukum Hong Kong dan Indonesia untuk menangkal hal itu. Tapi kami sudah memanggil agency dan memberi peringatan serta meminta Hong Kong cabut lisensi mereka (jika melakukan praktik tersebut),” ungkap Hari.
Data terakhir Departemen Imigrasi menunjukkan total jumlah buruh migran yang bekerja di Hong Kong –mayoritas pekerja rumah tangga- mencapai 260.199. Selain Filipina dan Indonesia, sebanyak 3780 dari jumlah tersebut adalah buruh migran asal Thailand. Sementara sisanya adalah buruh migran dari berbagai negara lainnya, termasuk India, Nepal, Srilangka, Pakistan, Bangladesh, dan sebagainya. *

Popularity: 4% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.