TKI Bersaing Ketat di Korsel

tkiUntuk bisa bekerja ke Korsel, calon TKI harus bersaing dengan calon tenaga kerja asing dari 14 negara lain. Ismain, SE, MM, Kasi Kawasan Timur Tengah, Afrika dan Eropa Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan pengiriman TKI ke Korea harus dilakukan dengan baik.

Kerjasama pemerintah Indonesia dengan Korea dalam penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sektor formal telah berlangsung sudah lama. Karena itu hubungan bilateral kedua negara ini harus dipertahankan dan tetap dijaga dengan baik. Ini dilakukan agar kedua negara tetap mempunyai hubungan yang harmonis dalam penempatan TKI.
“Upaya ini akan terus dilakukan dengan koordinasi dan kerjasama yang harmonis dengan pemerintah Korea. Dengan saling menjaga kepercayaan, saya yakin pemerintah Korea terus memberikan kepercayaan kepada Indonesia dalam penempatan TKI,” ujarnya.

Dikatakan Ismain, jalinan kerjasama ini harus dipelihara dan tetap dipertahankan. Sebagai negera penempatan Tenaga Kerja Asing (TKA), Korea tidak hanya bekerja sama dengan Indonesia dalam penempatan buruh migrant. “Tahun 2009, ada 14 negera yang bekerjasama dengan Korea untuk penempatan TKA. Negara-negara itu adalah Philipina, Vietnam, Thailand, Mongolia, Sri Lanka, Uzbekistan, Pakistan, Cambodia, Bangladesh, China, Nepal, Myanmar, Kyrgyzstan dan Timor Timur,” katanya.

Sama seperti Indonesia, sambung Ismain, ke 14 negara itu juga mengirimkan TKA nya ke Korea. Dengan kata lain, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain untuk mengirim TKI ke Korea. “Pemerintah Korea memang selektif dalam penempatan TKA. Korea juga telah memberikan kepercayaan penuh pada Indonesia dalam penempatan TKI. Terbukti 2009 ini, Korea memberikan kouta sebanyak 5.300 orang untuk Indonesia. Kuota ini lebih besar dibandingkan dengan negara-negara lainnya,” kata Ismain.

Ismain menyarankan kepada CTKI yang akan berangkat ke Korea untuk tidak tergoda dengan gaji yang tinggi di perusahaan lain, sehingga TKI jangan terlampau sering pindah-pindah dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. “Hal inilah yang dapat mempengaruhi kouta negara pengirim pada tahun berikutnya menjadi berkurang,” jelasnya. *

Popularity: 5% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.