Flu Babi, Teknisi Lion Air Meninggal

Flu Babi (ANTARA/Arief Priyono)
Seorang suspect flu babi warga negara Indonesia, Slamet Subagyo (53), meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar. Korban diduga terjangkit virus ini sejak empat hari lalu. Korban yang bekerja sebagai technical engineering maskapai penerbangan Lion Air meninggal sekitar pukul 09.00 Wita di RSUP Sanglah.
Juru bicara RS Sanglah, dr I Gusti Ngurah Agung Putra Wibawa membenarkan korban telah meninggal dunia akibat flu babi. “Pasien datang dari negara endemi maka kita curigai tertular flu babi,” jelas dia. Diduga, korban terjangkit flu babi di Singapura. Ia tiba di Bali dari Singapura, yang merupakan daerah endemi pada 10 Juli 2009 lalu. Wibawa mengatakan sampel darah dan swap tenggorokan korban telah dikirim ke Litbangkes, Jakarta.
Namun, pihak keluarga membantah jika korban meninggal akibat flu babi. Anak korban, Kimi, mengatakan bahwa ayahnya memiliki penyakit paru-paru. “Saya kaget bapak divonis meninggal karena flu babi,” ujarnya. Istri korban, Elly Renata, menilai tim dokter tidak profesional menangani pasien. Ia menuturkan, sepulang dari Singapura, suaminya sempat dirawat ke RS Swasta sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah. Ia kecewa karena tidak mendapatkan informasi tentang penyakit suaminya. Bahkan, pihak keluarga tidak diijinkan menemai korban di saat terakhir.
Sementara itu, sebanyak empat dokter RSUP Dr Sardjito Yogyakarta harus menjalani perawatan di ruang isolasi khusus, setelah mereka diduga menderita influenza A-H1N1 atau flu babi. Mereka adalah bagian dari 32 orang rombongan dokter yang baru saja pulang dari mengikuti paduan suara di Korea Selatan. Dengan demikian, RSUP Dr Sardjito kini merawat sembilan pasien suspect flu babi, lima di antaranya berada di ruang isolasi Kartika.
Adapun untuk tim dokter yang mengalami keluhan serupa dirawat di ruang baru. Dari lima orang yang dirawat di ruang Kartika, satu di antarannya adalah mahasiswa asal Australia, pegawai kebersihan RSUP Dr Sardjito sendiri, seorang paramedis salah satu puskesmas di Kabupaten Sleman, dan dua pelajar yang baru mengikuti program pertukaran pelajar. *
Popularity: 1% [?]