Sebaiknya Partai Golkar Jadi Oposisi
Kekalahan jago Partai Golkar dalam pilpres sebaiknya disikapi dengan menyiapkan diri menjadi partai penyeimbang atau oposisi, bukan mengekor SBY sebagaimana terjadi selama JK menjadi wakil presiden.
Pengamat Politik LIPI Lili Romli mengatakan, kekalahan JK diharapkan menjadi titik balik bagi Partai Golkar untuk merubah haluan politiknya menjadi oposisi di parlemen. Pilihan menjadi oposisi dinilai tepat untuk mengimbangi kekuatan pemerintah. “Kita berharap siapun yang memimpin Golkar mulai tradisi baru, jika kalah siap beropisisi,”ujarnya.
Menurut Lili, jika Golkar konsisten menjadi oposisi, bergabung dengan PDIP dan partai lainnya akan membuat kekuatan di parlemen semakin kuat. “Jika Golkar-PDIP bergabung sudah 30 persen kekuatan di parlemen. Bisa mengimbangi pemerintahan SBY yang cukup kuat,” imbuhnya.
Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto, Fahmi Idris.mengakui banyak faktor menjadi penyebab kekalahan JK-Win. Salah satu penyebab jebloknya suara JK adalah adanya pengkhianat di Partai Golkar. “Dinamika di Golkar yang ada ke sana dan ada yang ke sini, ada yang ke sana malu-malu mengakui. Kalau saya tidak biasa berkhianat karena itu butuh keahlian,” katanya.
Faktor lainnya, kata Fahmi adalah soal keterbatasan dana. Menurutnya, untuk menggerakkan semua elemen membutuhkan dana yang sangat banyak. Dan seperti diketahui, pasangan JK-Wiranto tidak memiliki banyak anggaran untuk berkampanye. Hal lain yang tidak kalah mempengaruhi suara JK menurut Fahmi adalah soal ketidakakuratan daftar pemilih tetap (DPT).
Fahmi mengatakan, ada 11 juta pemilih bermasalah di DPT yang tidak sempat diperbaiki karena mepetnya waktu. “Soft copy memang kita perbaiki tapi hard copy sudah terbagi ke TPS-TPS,” katanya.
Faktor terakhir adalah kurangnya sosialisasi soal diperbolehkannya memilih dengan kartu tanda penduduk (KTP). “Faktor lain seperti pakai KTP tapi harus pakai kartu keluarga (KK), orang yang bepergian tidak selalu dong bawa KK. Nah itu tidak bisa memilih,” katanya. “Jadi siapa saja yang terpilih harus memperbaiki DPT paling lambat setahun,” lanjut Fahmi. *
Popularity: 1% [?]