Amplop Suara Pilpres dengan Huruf China

envelope_polaroidUntuk menghindari kecurigaan majikan atas surat yang diterima BMI di Hong Kong, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Hong Kong membubuhi amplop surat suara Pemilu Presiden 2009 dengan huruf China. Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Hong Kong, Dicky D. Soerjanatamihardja mengatakan, penggunaan huruf China untuk memudahkan saja. “Tulisan itu kami buat karena selama ini ada sejumlah complain dari majikan. Jadi kami berharap dengan tulisan itu, mohon agar surat bisa disampaikan ke yang bersangkutan,” ungkapnya.

Pilpres 2009 akan digelar pada 8 Juli mendatang. Sebanyak 98.318 daftar pemilih tetap di Hong Kong telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum beberapa waktu lalu. Dicky mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 400 orang menyatakan akan datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mennggunakan hak pilihnya. Seperti pelaksanaan Pemilu Legislatif April lalu, sebanyak enam TPS akan ditempatkan di KJRI.

Menurut Dicky, sebanyak 30.000-40.000 surat suara dikirim ke para calon pemilih pada Jumat (26/6) dan Sabtu (27/6) lalu. Pengiriman ini berlangsung hingga Selasa (30/6). Diharapkan surat suara ini sudah dikembalikan ke KJRI maksimal tanggal 10 Juli cap pos. “Dan penerimaanya (oleh panitia) paling lambat tanggal 14 Juli,” ujar Dicky. Pasalnya, tanggal 19 Juli, hasil surat suara sudah harus dikirim ke KPU.

Namun bukan berarti semua BMI akan bisa menggunakan hak suaranya. Soalnya, distribusi surat sura tak sampai ke semua BMI. “Nggak tahu kenapa saya nggak pernah dapat. Padahal saya pengin sekali memilih,” ujar Emi (29), BMI asal Ponorogo Jatim. Padahal ia sudah 8,5 tahun tinggal di Hong Kong. Saat ditanya, kenapa ia tidak berinisiatif mendaftar langsung ke KJRI, ia mengaku tak tahu informasinya.

Sementara Umi (35), BMI asal Banjarnegara, mengaku pernah mendapatkan surat suara dalam Pemilu 2004 lalu. Tapi dalam Pemilu Legislatif 2009, ia tak mendapatkan surat suara. “Tapi saya juga tak berniat memilih. Tahun 2004 lalu, saya juga tak gunakan (hak pilih). Kurang ada calon yang bisa mewakili (suara) buruh migran,” ungkapnya. *

Popularity: 4% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.