Kepala BNP2TKI: TKI “Cespleng” Atasi Pengangguran dan Kemiskinan
BNP2TKI (25/11) – Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan keberadaan TKI “cespleng” atau seketika mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
“Hidup TKI, terima kasih TKI,” katanya saat memberi sambutan pada sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI melalui kesenian tradisional yang diselenggarakan oleh BNP2TKI di depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat malam (25/11).
Ia menyatakan setiap bangsa pasti memiliki masalah dan salah satu masalah yang terus mengganduli adalah pengangguran dan kemiskinan termasuk bagi Indonesia.
Dua masalah besar itu dibantu diatasi secara “cespleng” oleh TKI, karena dengan satu orang TKI maka hilang satu pengangguran dan satu orang itu menghidupi lima anggota keluarganya sehingga lima orang teratasi dari kemiskinan.
“Saat ini ada enam juta TKI berarti enam juta orang teratasi pengangguran dan 30 juta orang teratasi dari masalah kemiskinan. Sekali lagi terima kasih TKI,” katanya.
Kepala BNP2TKI menambahkan remitansi atau uang yang dikirim para TKI lebih dariRp100 triliun per tahun ke desa-desa tempat asal TKI sehingga menumbuhkan roda perekonomian di daerah dan mengembangkan usaha produktif.
“Terjadi kehidupan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk memartabatkan dan memuliakan TKI terlebih sudah ada UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI.
BNP2TKI juga telah mengupayakan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. BNP2TKI kini memiliki call center 08001000 secara gratis dan 24 jam nonstop untuk melayani pengaduan dan mengatasi masalah secara cepat dan mengakses keadilan serta langsung tertangani.
“Silakan menghubungi call center bila ada pengaduan atas permasalahan TKI,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jumhur memberikan plakat penghargaan kepada dua orang TKI sukses asal Malang yakni Anang Wijaya yang pernah bekerja di Taiwan selama enam tahun sebagai operator mesin pabrik produksi baja, dan Tania Roos TKI mandiri yang pernah bekerja sebagai wartawan “Berita Indonesia” di Hong Kong selama empat tahun dan wartawan “Radar Taiwan” di Taiwan selama dua tahun.
Sosialisasi itu dimeriahkan oleh penyanyi lagu-lagu campur sari dari Cak Dikin, pementasan ludruk Cak Kartolo, dan iringan musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Cak Ganjur.
Popularity: 1% [?]