Bali Dinyatakan KLB Flu Babi
Pemerintah Provinsi Bali menetapkan status KLB (kejadian luar biasa) Influenza H1N1 dengan ditemukan dua warga negara asing positif terjangkit virus ini. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja mengatakan pengenaan status tersebut dilakukan setelah di Bali ditemukan penderita flu babi positif.
Untuk pertama kalinya di Bali ditemukan dua warga asing yang terjangkit flu babi, yaitu bocah asal Australia George Coltman (10) dan Bobie Masoner (22) asal Inggris yang menetap di Australia. Bobie kini telah dinyatakan sehat dan terbebas dari flu babi. Sementara, dua warga negara Australia lainnya, yaitu Tayla Mario (14) dan James Antonuccio (10) yang berstatus suspect flu babi masih menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, Denpasar.
Sutedja menjelaskan, Bali ditetapkan sebagai KLB flu babi bukan dilihat dari jumlah penderitanya. “Tetapi karena belum pernah terjadi di Bali,” katanya. Mengantisipasi merebaknya kasus ini, pemerintah Provinsi Bali meminta agar pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang internasional diperketat serta menambahkan therma scanner. Klinik dan hotel di Bali juga diminta bekerja sama dengan menyediakan masker serta obat-obatan.
Sementara itu, jumlah kasus flu H1N1 (flu babi) di dunia terus bertambah dengan cepat. Hingga kini hampir 60 ribu kasus dilaporkan negara-negara di dunia. Kasus kematian akibat virus flu tipe baru itu juga terus meningkat. Sejauh ini sudah 59.814 kasus flu babi yang dikonfirmasi secara global. Angka itu termasuk 263 kematian.
Data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, kasus terbanyak masih terjadi di Amerika Serikat (AS). Negeri adikuasa itu telah melaporkan 21.449 kasus termasuk 87 kematian. Diikuti kemudian oleh Meksiko dengan 8.279 kasus termasuk 116 kematian. Setelah itu Kanada dengan 6.732 kasus termasuk 19 kematian. Lalu Chili dengan 5.186 kasus termasuk 7 kematian. Kemudian Inggris dengan 3.597 kasus termasuk 1 kematian dan Australia dengan 3.280 kasus termasuk 3 kematian.
Beberapa waktu lalu WHO telah mengumumkan pandemi flu global. Ini merupakan pandemi flu yang pertama di dunia dalam kurun waktu 40-41 tahun. WHO belum bisa memastikan sampai kapan pandemi akan terjadi. Namun diingatkan WHO bahwa pandemi tersebut bisa berlangsung hingga 1-2 tahun. *
Popularity: 1% [?]