“Perahu Majapahit” Diminati Rakyat Korsel

miniatur_majapahitKerajinan kecil Indonesia masih diminati penduduk di Negara maju. Salah satu di antaranya adalah hasil seni kerajinan berupa miniatur perahu Majapahit buatan Mojokerto, Jawa Timur.

Perahu Majapahit ini diekspor ke Korea Selatan (Korsel). “Dalam setahun saya bisa mengekspor barang seni tersebut ke Korea sebanyak 700 hingga 900 unit,”kata pemilik Sanggar Seni Perahu Layar `Annas`, Sunali.

Seni kerajinan yang di ekspor dalam tiga ukuran yakni panjang 80 centimeter (cm) dengan tinggi sekitar 20 cm, 60 X 15 cm dan 50 X 10 cm. “Kerajinan seni ini juga dibuat di dalam sebuah botol dengan ukuran yang bervariasi. Untuk merangkainya menggunakan alat khusus seperti vinset dan lainnya, serta dalam merangkai dibutuhkan ketelitian,” katanya.

Harga sebuah perahu miniatur ukuran 80 cm dijual berkisar Rp 450.000, 60 cm Rp 300.000 dan ukuran 50 cm Rp 250.000 Selain mengekspor ke negara Korea, kata dia, pemasaran juga dilakukan ke sejumlah kota di Indonesia, antara lain Bali, Surabaya, Jogyakarta, Jakarta dan Bandung. “Saya berupaya memasarkan lewat kota tujuan wisata, dengan langkah tersebut sebagai upaya promosi agar dikenal oleh wisatawan mancanegara maupun domestik,” katanya.

Sunali mengatakan, pekerjaan yang dirintis sejak tahun 2000, pertama kali produk itu dipasarkan di Surabaya selanjutnya ke toko kerajinan seni yang ada di Pulau Dewata. Bahan yang digunakan membuat kerajinan seni tersebut adalah kayu eben untuk rangka perahu, sedangkan layarnya terbuat dari kain kanvas dan kertas serta diikat dengan tali plastik ukuran kecil. “Omzet penjualan karya seni tersebut mencapai Rp125 juta hingga Rp150 juta per tahun,” kata Sunali.

Produk kerajinan tangan kayu batik asal Yogyakarta seperti tempat lilin, tempat buah, topengjuga telah menembus pasar luar negeri. Perajin Kayu Batik Yogyakarta, Arief Fandi mengatakan, sejumlah produk kayu batik tersebut telah dipasarkan ke Inggris, Jepang dan Australia.

“Secara rutin setiap bulannya produk-produk itu diekspor ke sejumlah negara tersebut,” katanya tanpa merinci volumenya.

Arief Fandi mengatakan, peluang pasar dari produk kerajinan kayu batik tersebut cukup menjanjikan baik untuk dalam negeri maupun luar negeri.

Produk kerajinan kayu batik itu, juga dimintai dan dijadikan sebagai suvenir saat wisatawan mancanegara maupun domestik datang ke Yogyakarta. “Kendatipun demikian, promosi terus dilakukannya untuk lebih memperkenalkan produk-produk tersebut kepada masyarakat umum,” katanya.

Bahan baku untuk produk tersebut seperti kayu kembang, kayu pule, kayu wadang tidak ada masalah karena cukup tersedia. Ketersediaan bahan baku itu, membuat pengrajin kayu batik dapat mengembangkan usahanya. Harga dari produk-produk tersebut bervariasi, tergantung besar kecilnya seperti tempat lilin dijual dari Rp 25 ribu-Rp 50 ribu per buah, tempat buah dari Rp 15 ribu- Rp 135 ribu, prenyanggal pintu Rp 20 ribu perbuah. *



Baca Juga :


Comments are closed.

Bagi TKI / BMI yang sedang bekerja di Hong Kong, dapatkan Rumah Idaman anda di : Blitar, Malang, Kediri dan Madiun. Syarat Pengajuan KPR Foto Copy : Hongkong ID card, Passpor, Kontrak Kerja. Hubungi : Flat B, 4th Floor, Fairview Commercial Bldg, 27 Sugar Street, Causeway Bay, HKG Tel. +852 2577 0061 Hp. +852 9144 0257. Info selengkapnya: http://www.pancaland.com •