Depot Pertamina Terbakar, 1 Orang Tewas

depo_terbakarSatu orang tewas dan tiga korban lain terluka bakar dalam kebakaran di Depot Filling Plant LPG Makassar, PT Pertamina (Persero) Regional V Gas Domestik, di kawasan pelabuhan Soekarno-Hatta, jalan Hatta 1 Soekarno. Korban tewas hangus terbakar ditemukan di jok depan mobil DD 9835 AR pada pukul 12.30 Wita. Korban tewas diperkirakan bernama Najamuddin alias Maja (40), sopir PT Permata Alam Sulawesi.

Tiga korban lain mengalami luka bakar. Mereka adalah Jufri (44), Muhammad Idris (43) dan Siswono (36). Ketiganya kini dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Jalan Almari Makassar. “Korban tewas dibawa ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Mathius Salempang.

Penyebab kebakaran di Depot Filling Plant LPG Makassar milik PT Pertamina Regional V Gas Domestik di jalan Hatta I Makassar hingga saat ini belum diketahui. Mathius Salempang memerintahkan melokalisir lokasi kebakaran untuk penyelidikan dan pencegahan dampak kebakaran agar tak meluas. “Sekarang kami belum masuk, kami memastikan (keadaan) betul-betul aman dulu.

Makanya sementara wilayah kebakaran ditutup untuk dilokalisir,” kata Mathius. Dia juga meminta aliran gas dihentikan dengan menutup ujung pipa yang menghubungkan stasiun pengisian dengan pelabuhan Soekarno-Hatta. Kapal-kapal yang merapat juga langsung diperintahkan menjauh.

Setelah api dijinakkan, aparat kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. Pengamanan juga terlihat ketat dari seluruh aparat keamanan.Petugas forensik dari kepolisian juga terlihat di lokasi. “Kami mau olah TKP,” kata Mathius.

Kebakaran depot ini diperkirakan terjadi sekitar 09.00 WITA, yang mengakibatkan seorang tewas bernama Najamudin Madja, 40 tahun dan tiga orang korban luka. Pjs GM Pemasaran BBM Retail Region VII, Victor Lumbanggau, mengatakan akibat kebakaran ini alat untuk pengisian tabung yakni dua filling shed masing-masing untuk blok dan tabung yang terbakar. “Kita belum tahu penyebab kebakaran,” katanya.

Sementara itu, kebakaran di pangkalan minyak di Cililitan Besar, Jakarta Timur, yang juga menyambar empat rumah lainnya diperkirakan menelan kerugian sekitar Rp 700 juta. Pemilik pangkalan minyak diduga mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. “Kerugian ditaksir mencapai Rp 700 jutaan. Keisin (pemilik pangkalan minyak) mengalami kerugian Rp 500 juta. Sisanya, rumah sekitar yang terkena sambaran api,” kata Penyidik Dinas Kebakaran Jakarta Timur, Supriadi.

Penyebab kebakaran diperkirakan bermula dari kompor minyak tanah di dapur yang berada di pangkalan minyak milik Keisin (60). Hal ini juga dibenarkan salah seorang saksi bernama Ridho (25) yang mengatakan, kebakaran terjadi sesuai Sholat Dzuhur. “Api berasal dari belakang rumah, kayaknya dapur. Tidak ada setengah jam, api mulai menjalar ke depan dan terdengar suara ledakan-ledakan,” ungkapnya. *

Popularity: 2% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.