BNI incar kantong TKI berkeahlian

PT Bank Negara Indonesia Tbk berencana membuka cabang penuh pada negara yang menjadi kantong tenaga kerja Indonesia yang memiliki keahlian. Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo mengatakan para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang memiliki keahlian tidak cukup hanya mendapatkan layanan remitansi atau pengiriman uang dari mancanegara ke Tanah Air.
Menurut dia, para TKI yang memiliki keahlian tersebut membutuhkan layanan perbankan sepenuhnya mulai dari pinjaman kredit hingga layanan wealth management. “Kami berencana membuka cabang pada kantung TKI yang memiliki skill tersebut,” ujarnya hari ini.

Dia menjelaskan beberapa negara yang menjadi kantung TKI yang memiliki keahlian a.l. Jepang dan Korea. “Kami tidak bisa memberikan layanan kepada TKI, kecuali BNI ke sana. Namun, ketika kami ingin membuka cabang di sana susahnya setengah mati, karena dipersulit ,” ujarnya.

Padahal, bank asing yang ingin beroperasi di Indonesia tidak dipersulit oleh regulator di Indonesia. “Oleh karena itu, regulator baik Bank Indonesia, DPR maupun pemerintah harus menekan negara lain agar memberlakukan asas resiprokal,” ujar Gatot yang juga menjabat Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menurut dia, tekanan tersebut bisa berbentuk aturan dimana negara yang menjadi asal bank asing yang beroperasi di Indonesia juga harus memberikan kemudahan bagi bank nasional yang ingin membuka cabang di negara tersebut.

“BI ketemu dengan bank sentral negara lain secara rutin. Dalam pertemuan tersebut, mereka harus menekan. Kalau negara lain masih mempersulit, BI harus menutup akses terhadap bank asing,” ujarnya.

BNI, lanjutnya, pernah memiliki pengalaman dipersulit dalam pembukaan cabang di New York, Singapura dan Kuala Lumpur.

Selain itu, bank BUMN lain, seperti PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga pernah mengalami permasalahan yang sama.

“Masalah asas resiprokal memang tidak menjadi fokus semua bank di Indonesia, karena mereka tidak memiliki pengalaman buka cabang di luar negeri. Namun, asas resiprokal tersebut penting bagi bank BUMN, karena kami memiliki pengalaman dipersulit,” jelasnya.

BNI saat ini memiliki lima cabang di luar negeri yang berlokasi di Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York dan London

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.