KJRI Harapkan Pengaduan Tertulis BMI

letter1Tidak banyak masalah yang dialami BMI sampai secara tertulis ke KJRI. Itulah sebabnya Konjen RI Ferry Adamhar menggharapkan BMI mau menyampaikan masalah melalui surat tertulis. Tujuannya agar memudahkan bantuan dan upaya penyelesaian, karena dilengkapi dengan data yang benar.

Namun, meski sudah sekitar enam bulan dipasang, kotak (boks) pengaduan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) tetap sepi peminat. Terbukti dari tiga buah kotak pengaduan yang dipasang, (Ruang Ketenegakerjaan, Imigrasi, dan Konsuler) hanya satu surat saja yang masuk. Yaitu pada kotak yang dipasang di Bagian Ketenagakerjaan. “Kunci boks saya sendiri yang pegang. Bagian pelayanan tidak ada yang pegang kunci. (tapi) Ini sudah saya intip-intip kok tidak ada isinya,” ujar Konsul Jenderal Ferry Adamhar.

Saat salah seorang wartawan bilang soal kemungkinan pada takut identitasnya akan ketahuan saat memasukkan surat, Konjen mengiyakan soal kemungkinan tersebut. “Justru itu manakanya saya kasih tahu bahwa kunci yang pegang saya sendiri,” ujarnya sambil tertawa.

Namun, dia tidak setuju kalau keengganan masyarakat, khususnya buruh migran Indonesia (BMI) untuk memanfaatkan kotak pengaduan karena letak kotak yang tersembunyi atau tidak jelas. Konjen bahkan mengajak mengecek langsung tempat kotak pengaduan tersebut dipasang di ruang tunggu Bagian Ketenegakerjaan, ruang tunggu Bagian Imigrasi, dan ruang tunggu Bagian Konsuler di samping loket pengajuan kontrak kerja.

Khusus di Bagian Ketenagakerjaan, Konjen membuka membuka kotak dan mengambil satu-satunya surat yang ada di dalamnya. Sementara dua buah kotak lainnya kosong melompong. Selain bentuk kotak cukup bagus, posisi penempatan kotak pengaduan tersebut juga sudah cukup jelas terlihat. Apalagi di atas setiap kotak yang dipasang diberi tulisan cukup besar dan jelas. *

Popularity: 2% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.