Dua BMI Tewas Kecelakaan Kerja

murder4Kematian akibat kecelakaan kerja paling tinggi dialami oleh buruh migrant Indonesia (BMI) di Hongkong. Awal Mei 2009 saja, dua BMI tewas karena kecelakaan kerja. Mereka adalah Mabel Lim Tjhung Bwee (42) pada Selasa (5/5) dan Suryani (30) pada Rabu (13/5).

Mabel ditemukan tewas di depan rumah penampungan milik Social Welfare Department di Hung Hom. Ia tewas setelah pintu gerbang setebal 10 cm dan berukuran 3×1,3 meter yang rusak jatuh menimpanya saat ia hendak masuk ke tempat itu untuk mengerjakan tugas rutinnya sebagai tukang bersih-bersih.

Mabel memeninggalkan seorang suami dan empat anaknya yang berusia antara 6 sampai 21 tahun. Atas insiden ini, pihak Social Welfare Department menyampaikan uang duka sebesar HK $ 20.000. Sementara klaim asuransi untuk Lim juga sedang diupayakan karena ia meninggal saat bekerja.

Sedangkan Suryani tewas karena jatuh setelah gagal masuk ke balkon rumah majikannya yang berada di lantai 20 dengan cara bergelantung pada selang air dari atap gedung. Kejadian berlangsung sekitar pukul 08:30 pagi di kompleks tempat tinggal majikannya, Flora Garden, Chun Fai Road, Hong Kong. Para saksi di tempat kejadian, termasuk beberapa BMI yang bekerja di kompleks tersebut, menyatakan mendengar suara benda jatuh cukup keras pagi itu dan mendapati bahwa suara tersebut adalah suara jatuh tubuh perempuan yang berasal dari Magetan, Jawa Timur tersebut.

Keterangan sementara dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menyebutkan, Suryani yang saat itu tinggal sendirian di rumah, nekat melakukan itu karena ketakutan setelah dia tidak bisa masuk rumah dan kunci tertinggal di dalam rumah.

Suryani kemudian naik ke atap gedung dan menggunakan selang air, setelah menambatkannya pada pot bunga, untuk turun ke balkon rumah majikannya. Rupanya, pegangan tangan Suryani tak cukup kuat menahan berat tubuhnya hingga dia terjatuh.

“Pas keluar, sebenarnya anak ini sudah membawa kunci tapi ternyata yang dia bawa salah,” ujar sumber di KJRI. Sumber teresebut cukup menyesalkan kenekatan Suryani karena berdasarkan laporan yang masuk KJRI, dia sudah empat tahun bekerja di rumah majikan tersebut. “Seharusnya dia kan sudah bisa bilang baik-baik kemajikan kalau kunci tertinggal dan tidak perlu menempuh cara seperti itu,” tambahnya menyesalkan.

Meski data di KJRI menyebutkan Suryani sudah bekerja di majikan yang sama selama 4 tahun atau dua kali kontrak berturut-turut, ternyata informasi di luaran masih simpang siur. Beberapa BMI yang bekerja di kompleks Flora Garden mengaku tak pernah mengenal Suryani. Bahkan mereka menduga Suryani baru sekitar 3-4 bulan bekerja di tempat tersebut. “Nggak ada yang kenal, dia anak baru dan jarang keluar. Rambutnya saja masih pendek gitu,” terang Nonik.“Ada yang ngomong sebenarnya dia bekerja di Wong Tai Sin. Dan di situ itu hanya disuruh bantu saja. Pembantunya yang sebenarnya kan orang Filipina. Tapi yang Filipina itu lagi pulang kampung ke negaranya sana. Jadi di sini dia itu cuma bantu,” terangnya. *

Popularity: 2% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.