8 Warga Asing Dideportasi

ilegalimigrant1Delapan warga negara Afganistan dan Pakistan ditahan Imigrasi Polonia Medan, Rabu (27/5), karena masuk dengan paspor yang diduga palsu. Kedelapan warga asing itu datang ke Medan menggunakan pesawat berbeda. Empat dengan penerbangan Sriwijawa Air 103 Penang ke Medan dan empat lainnya dengan Fire Fly 3402.

Warga asing itu, di antaranya Perez Araya, Perez Nelson, Carlos Compos, dan Pizaro Arturo. “Imigrasi curiga sebab nama kedelapannya tidak seperti nama warga Afganistan maupun Pakistan umumnya,” kata Kepala Imigrasi Polonia Medan Muhamad Diyah. Imigrasi masih berkoordinasi soal pemulangan warga asing ilegal itu.

“Sore ini delapan warga asing akan dideportasi ke Penang, Malaysia, melalui penerbangan Polonia. Dokumen pemulangan warga ini sedang dibuat,” kata Diah. Kedelapan orang asing ini, ujar Diah, tidak diperkenankan berada di wilayah Indonesia karena memalsukan paspor. “Mereka melakukan pelanggaran keimigrasian,” ujarnya.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Malang Jatim juga mendeportasi tiga warga Irak karena ijin tinggalnya telah habis. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Malang, Subroto, ijin tinggal mereka habis diketahui saat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Malang. “Masa ijinnya telah habis seminggu lalu,” katanya.

Tiga warga Irak tersebut merupakan bagian dari 18 warga negara asing yang ditangkap Aparat Kepolisian Resor Probolinggo di Kraksaan, Probolinggo, Minggu (17/5) dini hari. Dari 18 warga negara tersebut, 11 orang adalah warga negara Afghanistan dan tujuh orang warga negara Irak.

“Empat warga Irak lainnya mengantongi dokumen sebagai pengungsi.” ujar Subroto. Untuk warga Irak yang mengantongi dokumen sebagai pengungsi, Kantor Imigrasi mengirim mereka ke Kantor Lembaga Urusan Pengungsi PBB, UNHCR.

Dalam pengiriman ini, Kantor Imigrasi berkoordinasi dengan International Organization of Migration (IOM). Warga negara asing tersebut ditangkap Polisi saat perjalanan menuju ke Bali. Dalam pemeriksaan, mereka mengaku sebagai pengungsi yang hendak menuju ke Australia. *

Popularity: 2% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.