Didekati SBY, PDIP Batal Tentukan Cawapres
Jual beli jabatan semakin kasat mata dalam perpolitikan nasional. Hanya gara-gara didekati capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan batal menetapkan pendamping Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden.
Pendamping Megawati itu kemungkinan baru akan diputuskan setelah penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum selesai. “Kita tunggu hasil rekapitulasi,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung dalam jumpa pers usai rapat pleno partai di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/5).
Sebelumnya PDI Perjuangan berencana menetapkan pendamping Megawati hari ini. Namun, menurut Pramono, pihaknya belum mencapai titik temu dalam pembahasan. “Masih ada pembahasan dan diskusi di internal yang belum selesai,” kata Pramono.
Menurut pemberitaan, penjajakan koalisi PDIP-Partai Demokrat sudah mulai dibicarakan dengan mengajukan tiga nama calon wakil presiden (Cawapres), yaitu Puan Maharani, Pramono Anung Wibowo, dan Boediono. Skenario lain juga menawarkan posisi Megawati diplot sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR, PDIP juga ditawari enam kursi kabinet. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Negara Hatta Rajasa yang sempat menemui Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Taufik Kiemas dan Sekjen Pramono Anung.
Namun Pramono membantah pihaknya memiliki agenda lain selain mengusung Megawati sebagai calon presiden. Sampai saat ini, kata Pramono, partainya masih konsisten mengusung Megawati. “Tidak ada skenario lain, PDI Perjuangan tetap mencalonkan Megawati sebagai calon presiden,” kata Pramono.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan, Partai Demokrat menyatakan belum mengadakan pembicaraan atau pun kesepakatan-kesepakatan khusus dengan PDIP. “Tidak ada deal-deal (pembicaraan) khusus dengan PDIP saat ini,”katanya.
Andi menegaskan hal itu menanggapi berbagai pemberitaan yang mengatakan Partai Demokrat melakukan beberapa penawaran ke PDIP untuk berkoalisi. Andi yang juga Juru Bicara Kepresidenan ini menegaskan partainya selalu membuka pintu dengan partai lain untuk koalisi. “Partai Demokrat selalu bersahabat dengan semua partai, termasuk dengan PDIP, kami selalu membuka tangan kepada semua partai, sehingga tidak ada lawan, yang ada kawan,” katanya.
Dia juga mengungkapkan bahwa Partai Demokrat selalu terbuka untuk melakukan rekonsiliasi. “Jika para pimpinannya melakukan rekonsiliasi, rakyat juga akan senang,” tegasnya. Untuk itu Partai Demokrat selalu membuka komunikasi dengan partai lainnya untuk membuat pemerintahan yang efektif, kata Andi. “Pak SBY mengatakan bahwa platform koalisinya bukan dibangun berdasarkan ideologi, tetapi platform kebijakan,” jelasnya. *
Popularity: 1% [?]