Koalisi PDIP Golkar Belum Kelar

pemilu20091Koalisi besar yang dibentuk Golkar, PDIP, Hanura, dan Gerindra hingga kini belum kelar, karena membutuhkan banyak pengorbanan.

Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan salah satu pemimpin partai harus mengalah dan membuang jauh-jauh angan-angannya menjadi presiden. “Harus ada yang mengalah. Kekuasaan harus dibagi. Kalaupun tidak ada yang mengalah harus saling menghargai,”tuturnya.

Menurut Tjahjo, salah satu dari Wiranto, JK, Prabowo, maupun Megawati harus mengalah demi terjalinnya koalisi yang kuat di pemerintahan. “Konsep pembagian kekuasaan kan bisa diterapkan nanti setelah pilpres,” tutur Tjahjo. Tjahjo mengungkapkan koalisi empat partai besar sudah terbentuk dan tinggal menunggu finalisasi di pilpres saja. “Saat ini Golkar, PDIP, Hanura, dan Gerindra sudah kuat,” tutur Tjahjo.

Lantas siapakah yang harus mengalah? “Kita tunggu pertemuan empat mata Ibu Mega dengan Prabowo, Wiranto, dan Suryadharma, karena rapimnas PDIP sudah memberikan keputusan di tangan Ibu Mega,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat politik Daniel Sparinga menyayangkan keputusan Golkar untuk mencalonkan Jusuf Kalla sebagai calon presiden. Sebab, peluang Golkar untuk kembali berada di dalam kekuasaan menipis jika sampai SBY memimpin negeri ini untuk kedua kalinya. “Kalau dia menjadi bagian oposisi, dia akan kehilangan kekuatan terbaiknya untuk memberi dampak positif kepada negeri ini,” kata Daniel.

Menurut Daniel, Golkar sebagai partai lama memiliki pengalaman yang matang dalam berpolitik, baik secara perspektif organisasi, visi, dan kualitas sumber daya manusia. Kekuatan ini harusnya dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. “Jangan lagi memikirkan untuk kepentingan tertentu sajalah, tapi untuk kepentingan bangsa,”lanjut Daniel. *

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.