Pro-Kontra SBY akan Tambah Masa Jabatan

Usulan amandemen UUD 1945 terutama terkait masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode dari politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menuai kecaman keras.

Alasan bahwa SBY masih produktif dalam 10 tahun lagi dan memenangkan suara mutlak dalam pemilu presiden sebagai mengada-ada. Mantan Anggota Dewan Perimbangan Presiden Presiden Adnan Buyung Nasution menilai pengusul amandemen konstitusi untuk menambah masa jabatan Presiden tidak memahami makna negara konstitusi.

“Orang yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan Presiden itu tidak mengerti makna negara konstitusional,” kata Buyung Nasution di sela acara seminar “Evaluasi Pelaksanaan Hasil Reformasi Konstitusi” di Gedung DPR.

Ia mengingatkan bahwa belajar dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia, kekuasaan yang terlalu lama cenderung menimbulkan konflik kepentingan. “Pemimpin yang sudah terlalu lama berkuasa merasa menikmati kekuasannya dan enggan meninggalkan kekuasaan,” katanya. Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan, pihaknya telah mengendus niat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melanggengkan jabatannya selama lebih dari dua periode sejak jauh-jauh hari.

“Ada kecenderungan seperti itu. Presiden, misalnya, terus-menerus melakukan pencitraan kepada publik,” ujar Ray.

Indikasi lainnya, Presiden tetap memelihara hubungan yang sangat dekat dengan Amerika Serikat dengan cara membuka pasar Indonesia seluas-luasnya bagi produk-produk Amerika Serikat. Presiden juga bergeming ketika PT Freeport Indonesia dilaporkan tak hanya menambang emas di Papua. Menurut Ray, Presiden melakukan hal ini agar tetap mendapatkan dukungan dari AS. Menurut Ray, wacana amandemen UUD 1945 merupakan salah satu modus yang digunakan oleh Presiden untuk melanggengkan kekuasaannya. Ruhut Sitompul menyatakan siap berjuang untuk mengegolkan wacananya tersebut.

“Siapa pun yang mau mengajak debat, ayo! Yang jelas aku akan perjuangkan ini. Ini saranku pribadi sebagai ahli tata negara. Percuma emak bapakku meyekolahkan aku di Unpad kalau enggak bisa memperjuangkan ini,” ujar anggota Komisi III DPR ini.

Baginya, pembatasan periode kekuasaan harus diubah. Berkaca dari Amerika Serikat, Ruhut mengatakan, negara adidaya itu terbelenggu dengan kekuasaan. “Bahkan Amerika saja terbelenggu dengan pembatasan dua periode untuk presidennya. Malah kita yang harus beri contoh untuk Amerika. Amerika harus belajar ke kita,” kata Ruhut.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


4 Comments

  1. heri says:

    sby dn konco2nya itu paling pinter ber alibi,.kebanyakan gaya”’ sy rakyat kecil tertipu oleh wibawany ehhh ternyata ngak ada isinya,,,,menyesal sy pilih dia,!!!! Dulu

  2. arman says:

    RUHUT TU BUKAN SIAPA2… PEMIMPIN BANGSA INI NDAK TAU KALO RAKYAT BISA BERBUAT APA SAJA JIKA PEMIMPIN TIDAK BISA MELAYANI RAKYATNYA DENGAN BAIK… INGAT !!!! ANDA KAMI YANG MEMILIH…. KALAU ANDA TIDAK BECUS… JANGAN JADI PEMIMPIN… JADI BABU AJA…. PUAS…

  3. ini adalah ambisi seorang yang tdk tahu diri, karena ingin jadi wapres.

  4. bujangan says:

    Ruhut adalah manusia yang gila jabatan, mau jadi wakil presiden jadi wajar dia sangat getol mengusulkan amandemen undang2 presiden dan wakil presiden dua periode menjadi tiga periode, jadi jangan heran dengan manusia yang satu ini. Karena ruhut tidak puas dengan menjadi anggota DPR saja!