Rumah Aspirasi, Tiap Anggota DPR Terima Rp 200 juta per tahun
Entah apa yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini. DPR membuat publik tersentak dengan kembali menyodorkan program baru untuk membangun Rumah Aspirasi. Jika usulan program ini disetujui maka tiap anggota akan menerima dana Rp 200 juta.
Uang Rp 200 juta ini digunakan untuk menyewa kantor di daerah pemilihan masing-masing anggota DPR terpilih, menggaji staf, dan ongkos operasional selama setahun. Jika dikalikan dengan seluruh anggota DPR yang berjumlah 560 anggota Dewan, maka dana yang dibutuhkan adalah Rp 112 miliar, sebuah angka yang tidak kecil.
Lalu apa sebenarnya Rumah Aspirasi ini? Menurut Pius Lustrilanang, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) pendirian rumah aspirasi ini bertujuan agar rakyat di daerah bisa menyampaikan langsung aspirasi ke wakilnya.
Rumah aspirasi akan berbentuk gedung permanen seperti kantor, tetapi bukan membangun rumah baru. Rencananya akan disediakan budget sekitar RP 200 juta per anggota per tahun untuk sewa kantor, menggaji staf dan operasional rumah aspirasi selama setahun.
Programnya memang bagus, namun apakah setara dengan dana yang dianggarkan? bukankah ini pemborosan?
Program ini tentu saja menuai pro dan kontra, baik di dalam anggota DPR sendiri maupun dalam masayarakat. Budiman Sujatmoko adalah salah satu anggota Dewan yang tidak menyetujui hal ini.
Menurut nggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, anggota Dewan tidak memerlukan pos anggaran baru dan dana tambahan untuk rumah aspirasi.
Budiman sendiri mengaku mempunyai rumah aspirasi di Purwokerto, setiap bulan dia menyisihakn pendapatan dia dari menjadi anggota DPR (sekitar Rp 65 juta perbulan) untuk biaya operasional.
“Setiap bulan saya menyisihkan Rp 20 juta dari pendapatan saya sebagai anggota Dewan untuk operasional,” katanya Minggu (01/08) kemarin.
Tak hanya Budiman yang tak setuju, Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang pun menyatakan usulan pos anggaran baru Rp 200 juta per anggota Dewan itu tak diperlukan. Dana tambahan program tersebut dinilianya hanya sebuah pemborosan saja.
Popularity: 2% [?]
DPR emang manusia tapi berhati iblis…duit..duit…duit aja yang ada di otaknya
Aduh macam mana pula negara ini kalo sampe kayak gini….gak ada apa yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat…anggota DPR dapat 200 juta pertahun.Mau di bawa kemana negara kita…disaat kondisi pelik seperti ini.entah apa yang ada di pikiran mereka..menurut saya tidak sesuai dengan apa yang di kerjakan.Rapat aja makek absen..yang datang bahkan segelintir…kasus elpiji,kemiskinan,dsb tidak bsa kita simpulkan bhwa negara ini adalah negara yang maju..bukan maksud untuk mengkritik…gedung DPR yang berbentuk Kura-kura mngkin sebagai lambang bahwa negarra kita saat ini berjalan seperti apa…
makin ketahuan bobroknya anggota DPR, prestasi nggak ada, tapi nggerogoti duit negara buat program yang gak jelas dan gak berguna. apakah itu yang namanya wakil rakyat???