SBY – JK Sepakat Bersaing Sehat
Untuk kali pertama Susilo B Yudoyono dan Jusuf Kalla bertemu pasca pencalonan JK sebagai calon persiden dari Partai Golkar. Di sela rapat dengan para gubernur, keduanya sepakat bersaing secara sehat dalam Pilpres mendatang. Sebelumnya, SBY-JK mengadakan pembicaran empat mata dari hati ke hati. “Tadi saya bersama Wakil Presiden melakukan pertemuan khusus di ruang sebelah sebagai dua sahabat dekat yang selama ini bersama-sama menjalankan roda pemerintahan. Tadi pembicaraan dengan beliau dari hati ke hati,” kata Yudhoyono.
Dalam pembicaraan selama sekitar 30 menit itu, Presiden mengatakan, ia dan Jusuf Kalla sepakat berkompetisi secara baik pada Pilpres 2009. “Kami berkomitmen tinggi memberi pelajaran politik kepada rakyat. Ada kalanya kami bersama-sama, ada kalanya kami berkompetisi. Untuk memberi iklim baru di negeri ini, kami sepakat untuk berkompetisi secara baik,” katanya. “Sebuah kompetisi dalam iklim demokrasi yang matang, tidak harus diakhiri dengan sebuah jarak apalagi permusuhan,” tegas Presiden.
Presiden dan Wapres menilai perlu memberi penjelasan kepada para gubernur seluruh Indonesia tentang posisi keduanya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat dan Partai Golkar pada Pilpres 2009. “Kami berdua sepakat untuk menjelaskan supaya tidak ada jarak apa pun,” katanya.
Kepada para gubernur seluruh Indonesia, Presiden meminta mereka tidak memperlakukan berbeda antara Presiden dan Wakil Presiden saat kunjungan ke daerah. Sampai pemerintahan baru terbentuk, Presiden meminta para kepala daerah untuk tetap berada dalam satu perahu dengan pemerintah pusat guna kepentingan rakyat dan negara. “Hubungan saya dan Pak Jusuf Kalla sampai masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu berakhir tetap baik, kerjasama erat, tidak ada perubahan apa pun. Jadi kalau salah satu dari kami atau kami berdua ke daerah, jangan ada perbedaan apa pun,” katanya. Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara berbarengan memasuki ruang rapat pada pukul 14.00 WIB.
Keduanya lalu mendapat tepuk tangan dari para gubernur yang hadir dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Presiden dan Wapres tersenyum menanggapi tepuk tangan tersebut. Bahkan, Presiden Yudhoyono sempat berkomentar tepuk tangan itu nanti pasti akan disiarkan oleh stasiun televisi.
Sebelumnya, Jusuf Kalla selaku ketua umum Partai Golkar bertemu dengan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto, dan sepakat membangun koalisi dalam pemilihan presiden dan memperbesar koalisi dengan partai-partai lainnya. “Pertemuan ini untuk membahas cara-cara membangun koalisi menuju pemilihan presiden,”ujar Kalla. “Kami sepakat untuk membahas koalisi lebih lanjut, juga dengan partai-partai lain,”tambah Kalla.
Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu, menurut Kalla, merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Megawati. Kalla yakin bahwa partai-partai yang diajaknya membangun koalisi akan bersatu. Sementara Wiranto mengatakan dirinya dan Kalla sepakat untuk membangun koalisi yang lebih besar. “Setelah ini saya masih akan melakukan komunikasi politik dengan partai lain, demikian juga Pak Kalla,”kata dia.
Wiranto mengatakan Hanura juga telah menjalin komunikasi politik dengan delapan partai lainnya. Menurutnya, Hanura dan Golkar mempunyai satu kesamaan semangat untuk membangun pemerintahan yang lebih kuat. Kemarin, rapat pimpinan khusus Golkar telah memberikan mandat penuh kepada Jusuf Kalla untuk menjalin lobi politik dan maju kembali sebagai calon presiden. Untuk dapat mencalonkan diri, Golkar mesti menggalang koalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat 25 persen suara. *
Popularity: 1% [?]
Wahai Capres dan Cawapres berkompetisi yang fairplay jangan pake curang-curang segala, soalnya rakyat uda pintar sekarang