Dibutuhkan 7000 TKI Perawat di Jerman
Tingginya kebutuhan tenaga kerja kesehatan di Jerman, khususnya di kota Hamburg serta rendahnya kualitas tenaga kerja kesehastan yang ada mendorong Pemerintah Jerman untuk berinisiatif mendatangkan tenaga kerja asing kesehatan dari luar, termasuk dari Indonesia.
Tahun 2010 ini, rumah sakit di Jerman butuh 7000 perawat dari luar. Terkait dengan permintaannya tersebut, pihak pengelola rumah sakit Jerman (Askelohois) telah bertemu dengan KJRI Hamburg, Dinas Tenaga Kerja Hamburg, Pusat Penyalur Tenaga Kerja Asing (ZAV) dan Kementrian Federal Tenaga Kerja dan Sosial Jerman, pada 22 Juni lalu.
Mereka menyadari bahwa saat ini memang sedikit sekali minat mahasiswa untuk menekuni bidang perawat dan rendahnya kualitas didik yang belajar pada sekolah perawatan, mendorong Askeloios mencari tenaga perawat dari luar Jerman.
Jumhur Hidayat, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sendiri mengaku pihak pengelola rumah sakit Jerman sendiri berkeinginan mencari TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang sesuai dengan standard Jerman tentunya.
Jumhur menuturkan syarat perawat Indonesia bisa bekerja di sana sudah dipermudah. Selama masa pendidikan keperawatan, perawat Indonesia yang direkrut harus menjalani masa magang di rumah sakit di Jerman selama 6 (enam) bulan. Adapun kontrak kerja yang ditentukan selama 5 ( lima ) tahun, dan setelah waktunya habis harus kembali ke Indonesia.
“Untuk gaji akan disesuaikan dengan standard Jepang,” jelasnya.
Hanya saja, kesulitannya, terletak pada penguasan bahasa Jerman. Selain itu, mereka juga harus menjalani kursus integrasi dan budaya, serta menunjukkan sertifikat keperawatan yang disamakan dengan pendidikan di Jerman.
Popularity: 2% [?]
aklo ingin mndaftar itu dmn ya?
gimana ya cara daftarnya , mhon info. terima kasih