Pelaut Indonesia Tewas Sebagai Pahlawan Korea Selatan
Dua pelaut asal Indonesia dipandang sebagai pahlawan bagi Korea Selatan setelah keduanya beserta lima pelaut Korea Selatan yang mengawaki kapal ikan mereka, tewas tenggelam di perairan barat Korea Selatan.
Kapal ikan mereka, Geumyang No 98, turut dalam operasi pencarian korban-korban tenggelamnya kapal AL Korsel Cheonan. Namun kapal ini tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal kargo milik Kamboja.
Jenazah dua pelaut itu, Lambang Nurcahyo (36) sudah ditemukan, sementara jenazah lainnya, Yusuf Harefa (35) masih dalam pencarian.
Seperti yang dilansir dalam Korean Times (22/04) yang menyebutkan bahwa para nelayan Geumyang sama seperti para pelaut AL yang gugur itu. Mereka semua dianggap sebagai pahlawan karena mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban pelaut AL tersebut.
Pihak pemerintah Korsel sendiri sudah menghubungi keluarga pelaut tersebut lewat kedutaan korsel yang ada di Jakarta. Korsel telah menyampaikan penyesalan mendalam atas terjadinya tragedi itu. Pemerintah Korsel pun telah menyatakan akan memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia dengan perlakuan setara sesuai undang-undang.
Yu Mung-hwan, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan juga telah menyampaikan rasa simpatinya kepada dua pelaut Indonesia yang menjadi korban, dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kedua keluarga para korban.
Dua Pelaut dari Indonesia itu juga merupakan bagian dari Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Korsel. Selama ini hubungan Korea Selatan dan Indonesia bisa dibilang baik. Hal ini bisa dilihat dari kerjasama mereka di bidang ketenagakerjaan. TKI dari Indonesia telah memberi sumbangan bagi pengembangan industri Korsel.
Popularity: 2% [?]